oleh

Riau Gelar Operasi Pasar untuk Jaga Harga Jelang Idul Fitri

PEKANBARU – Gubernur Riau Syamsuar meluncurkan operasi pasar di Kota Pekanbaru, pada H-6 Idul Fitri 1441 Hijriah, Senin, untuk menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Peluncuran operasi pasar ditandai dengan pelepasan truk berisi gula dari Gedung Daerah Riau, Pekanbaru. Turut hadir Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Kepala Bulog Riau-Kepri Abdul Muis S Ali, Asisten II Setdaprov Riau Evarefita, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 03/Wirabima, Kolonel Infanteri M. Syech Ismed, dan Danlanud Marsma TNI Ronny Irianto Moningka.

banner 300x250

Syamsuar menjelaskan bahwa operasi pasar diluncurkan di 12 kabupaten/kota di Riau bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga harga pangan di Provinsi Riau menjelang Lebaran, terutama pada saat terjadi pandemi COVID-19.

“Saya menyambut baik operasi pasar ini, terimakasih kepada Bulog yang telah membuat kebijakan dalam menjaga stabilitas harga dalam suasana pandemi ini,” lanjutnya.

Menurutnya, dalam masa pandemi saat ini tentu masyarakat Riau sangat membutuhkan ketersediaan pagan untuk menyambut Lebaran dengan harga yang dapat dijangkau.

“Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ketersediaan pangan dapat terjaga diseluruh kabupaten/kota . Mari kita saling memperhatikan harga pangan di Riau agar tidak terjadi penumpukan dan kenaikan harga,” katanya.

Kepala Bulog Riau-Kepri, Abdul Muis S Ali, mengatakan untuk mengatasi kelangkaan gula, Bulog hari ini mulai mendistribusikan 52 ton gula pasir hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Riau. Pendistribusian gula diharapkan dapat mengatasi kelangkaan sehingga harga bisa stabil.

“Sebanyak 52 ton akan didistribusikan sampai Lebaran,” katanya.

Selain gula, ia mengatakan bahan pangan lainnya juga didistribusikan ke 12 kabupaten dan kota, seperti beras, minyak goreng dan tepung terigu.

Menurut dia, saat ini harga bahan gula berkisar Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, sehingga diharapkan pendistribusian gula dari Bulog bisa menstabilkan harga yang normalnya Rp12.500 per kilogram.

PEKANBARU – Gubernur Riau Syamsuar meluncurkan operasi pasar di Kota Pekanbaru, pada H-6 Idul Fitri 1441 Hijriah, Senin, untuk menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Peluncuran operasi pasar ditandai dengan pelepasan truk berisi gula dari Gedung Daerah Riau, Pekanbaru. Turut hadir Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Kepala Bulog Riau-Kepri Abdul Muis S Ali, Asisten II Setdaprov Riau Evarefita, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 03/Wirabima, Kolonel Infanteri M. Syech Ismed, dan Danlanud Marsma TNI Ronny Irianto Moningka.

Syamsuar menjelaskan bahwa operasi pasar diluncurkan di 12 kabupaten/kota di Riau bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga harga pangan di Provinsi Riau menjelang Lebaran, terutama pada saat terjadi pandemi COVID-19.

“Saya menyambut baik operasi pasar ini, terimakasih kepada Bulog yang telah membuat kebijakan dalam menjaga stabilitas harga dalam suasana pandemi ini,” lanjutnya.

Menurutnya, dalam masa pandemi saat ini tentu masyarakat Riau sangat membutuhkan ketersediaan pagan untuk menyambut Lebaran dengan harga yang dapat dijangkau.

“Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ketersediaan pangan dapat terjaga diseluruh kabupaten/kota . Mari kita saling memperhatikan harga pangan di Riau agar tidak terjadi penumpukan dan kenaikan harga,” katanya.

Kepala Bulog Riau-Kepri, Abdul Muis S Ali, mengatakan untuk mengatasi kelangkaan gula, Bulog hari ini mulai mendistribusikan 52 ton gula pasir hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Riau. Pendistribusian gula diharapkan dapat mengatasi kelangkaan sehingga harga bisa stabil.

“Sebanyak 52 ton akan didistribusikan sampai Lebaran,” katanya.

Selain gula, ia mengatakan bahan pangan lainnya juga didistribusikan ke 12 kabupaten dan kota, seperti beras, minyak goreng dan tepung terigu.

Menurut dia, saat ini harga bahan gula berkisar Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, sehingga diharapkan pendistribusian gula dari Bulog bisa menstabilkan harga yang normalnya Rp12.500 per kilogram.