oleh

Meski Digelar Virtual, Komisi III DPRD Riau Tetap Bisa ‘Mencoret’ Anggaran Tak Prioritas

PEKANBARU – Komisi III DPRD Riau melaksanakan rapat pembahasan APBD Perubahan dengan berbagai mitra kerjanya melalui rapat virtual guna mengantisipasi penularan Covid-19.

banner 300x250

Meski digelar secara virtual, namun Komisi III DPRD Riau bisa melakukan rapat dengan efektif dan tidak jauh berbeda dengan rapat tatap muka. 

Pantauan GoRiau.com, Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi bersama Anggota Komisi III lainnya mengundang secara bergiliran mitra kerjanya yang dijadwalkan rapat hari ini.

Diantaranya, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Inspektorat, Biro Ekonomi, Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) dan RSUD Arifin Achmad. 

Setiap anggota sebelumnya sudah dibekali Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Seperti rapat biasanya, Husaimi mempertanyakan setiap anggaran tercatat di RKA yang menurutnya hanya menghabiskan uang rakyat dan tidak masuk dalam skala prioritas saat ini.

“Walaupun digelar virtual kami tetap bekerja dengan maksimal, supaya anggaran ini bisa dibedah dan benar-benar sampai ke masyarakat. Mana yang tidak prioritas, kita coret atau kita minta kepala dinasnya untuk memverifikasi lagi,” ujar Husaimi, Minggu (20/9/2020).

Dalam rapat kali ini, lagi-lagi Husaimi menemukan banyak pos anggaran yang tidak dimengerti oleh kepala dinas. Dia menduga, kepala dinas hanya menerapkan konsep kerja Asal Bapak Senang (ABS) saja.

“Saya berharap anggaran yang sudah kita tandai tadi, bisa dipertanyakan oleh kepala dinasnya ke bagian perencanaan. Ini banyak copy paste saja, makanya banyak pejabat-pejabat yang baru menjabat bingung saat kita tanya pos anggarannya,” imbuh Politisi PPP ini.

“Saya juga tak mau, kepala dinasnya malu cuma gara-gara bawahannya asal menganggarkan saja, masyarakat sekarang susah, masa kita masih main-main dengan uang rakyat ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi III DPRD Riau memutuskan melanjutkan rapat pembahasan APBD Perubahan secara virtual setelah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau dinyatakan positif Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi kepada GoRiau.com, Sabtu (19/9/2020). Dikatakan Husaimi, pihaknya ingin melakukan langkah antisipasi dengan menggelar rapat secara virtual.

“Ini sebagai bentuk langkah antisipasi kita terhadap penyebaran Covid-19, terutama di Gedung DPRD Riau,” kata Husaimi.

Bappeda, lanjut Husaimi, adalah orang yang memegang peranan penting di dalam pembahasan APBD Perubahan, setiap Pejabat Eselon II atau Kepala Dinas pasti melakukan kontak dengan Bappeda.