oleh

Kolaborasi RCommunity, PWI dan Polsek Tebingtinggi, Rumah Baru Mbah Sukini Siap Dihuni

SELATPANJANG – Hasil kolaborasi komunitas Relawan Komitmen untuk Masyarakat Meranti (RCommunity), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti dan Polsek Tebingtinggi. Hampir sepekan dikerjakan, akhirnya rumah baru Mbah Sukini siap untuk ditempati.

banner 300x250

“Hari ini, kami bersama PWI Meranti dan Kapolsek Tebingtinggi Barat langsung melakukan serah terima bantuan rumah untuk si Mbah,” ujar penggerak RCommunity, Robert Martias saat serah terima rumah secara simbolis kepada pemiliknya, pada Sabtu (17/10/2020). 

Pada kegiatan tersebut, Kapolsek Tebingtinggi Barat, AGD Simamora dalam sambutannya menyampaikan, secara bergotong-royong, pembangunan rumah Mbah Sukini akhirnya terealisasikan.

“Semoga dengan rumah baru ini, Mbah lebih semangat lagi. Secara umum kita anggap sudah selesai. Lengkap juga dgn meteran listrik yang sudah terpasang,” ujarnya.

Disamping itu, Ketua PWI Meranti, Syamsidir Salim menambahkan, beragam kegiatan sosial telah dilaksanakan sebelumnya. Bantuan-bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan juga telah disalurkan.

Sebelumnya, ada target di Desa Sesap, Kecamatan Tebingtinggi dan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Namun, kondisi tempat tinggal Mbah Sukini sangat urgensi. Jadi layak untuk didahului.

“Ini kondisinya urgensi. Jadi kami prioritaskan untuk membantunya terlebih dahulu,” kata pria yang akrab disapa Atan itu.

Dilanjutkannya lagi, beragam bantuan yang selama ini disalurkan atas dasar hanya ingin membantu. Tanpa ada embel-embel apapun dan murni dari hati nurani. 

“Bantuan ini murni disalurkan oleh kami. Tidak ada unsur politik. Jadi bantuan dari kami ini jangan di politisir,” tegasnya.

Atan berharap, mudah-mudahan ada organisasi dan pengusaha lain di Kepulauan Meranti yang sudi menyalurkan sebagian dari rezeki mereka untuk masyarakat yang memerlukan bantuan. Terlebih lagi masyarakat kini dihadapkan pada bencana non alam; pandemi virus Corona atau Covid-19, yang juga berdampak pada sektor perekonomian.

Pada kesempatan itu, agenda syukuran atas rumah baru Mbah Sukini turut dilakukan. Puluhan masyarakat ikut menghadirinya. Protokol kesehatan tetap diterapkan. RCommunity juga menyiapkan sebanyak 35 karung beras per 5 kg untuk di bagikan kepada masyarakat di Desa Tenan.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir juga Wakil Ketua PWI Meranti, Pauzi SSos, Sekretaris PWI Meranti, Safrizal SIKom, Ketua pengamanan dan tokoh masyarakat Desa Tenan, Moh. Ngadnan, beberapa orang anggota RCommunity,  kepolisian dan masyarakat setempat.

Sebagaimana diketahui, bantuan bedah rumah ini berawal beberapa waktu yang lalu, RCommunity dan PWI Meranti menuju ke rumah Mbah Sukini, tepatnya di Desa Tenan, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Jarak tempuh menuju ke tujuan cukup memakan waktu lama. Hampir 1 jam perjalanan dari Kota Selatpanjang.

Setibanya di lokasi, terlihat rumah yang ditempati kondisinya sudah tidak layak huni. Beralaskan papan yang sudah rapuh dan beratapkan daun rumbia. Dindingnya pun sudah lapuk.

Di rumah itu pula, tampak sorang wanita. Tubuhnya membungkuk. Rambutnya memutih. Wajahnya bekernyut. Menunjukkan bahwa ia sudah berusia lanjut.

Namanya Mbah Sukini. Mantan dukun beranak asal Desa Melai, Kecamatan Pulau Rangsang. Wanita sepuh itu tinggal bersama pamannya yang berprofesi sebagai buruh potong karet. Usianya pun tak lagi muda. Ia juga seorang lansia.

“Ini rumah paman saya. Disini saya hanya menumpang,” ujar si Mbah beberapa waktu yang lalu.

Miris memang, dengan kondisinya saat ini yang hanya menumpang hidup dengan pamannya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun susah.

“Kalau untuk makan pun hanya bertumpu dengan paman saya. Kadang juga datang dari masyarakat. Sempat juga kami makan hanya nasi campur garam,” aku wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah itu.

Sebelumnya, bangunan rumah yang baru untuk Mbah Sukini telah didirikan atas dasar swadaya warga setempat, namun masih dalam tahap pengerjaan. Jadi, RCommunity dan PWI Meranti berinisiatif melanjutkan progres pembangunan hunian yang belum terselesaikan itu.

“Sekitar 60 persen sudah di bangun atas swadaya masyarakat. Kami bersedia melanjutkan pembangunannya hingga selesai,” ujar Robert Martias.

Bahan bangunan disiapkan untuk melanjutkan konstruksi rumah si Mbah yang belum selesai itu. Seperti papan, seng, hingga triplek.

“Semua bahan-bahan itu akan kami tanggung. Tinggal kita kerjakan saja bersama-sama. Nanti juga akan kita belikan kasur sebab si Mbah tidur hanya beralaskan tikar,” tutur ketua Komunitas Selatpanjang Gowes United (Sagu) itu.

Griya yang baru itu pun letaknya tak jauh. Jaraknya hanya sekitar 15 meter. Bersebelahan dari rumah yang ia tempati saat ini.

“Kami (RCommunity) juga bersinergi dengan pihak kepolisian. Dan kemarin mereka juga yang menginformasikan bahwa ada salah seorang warga di Desa Tenan yang rumahnya sudah tak layak huni. Jadi, bersama pihak kepolisian kita bisa saling meringankan beban masyarakat,” jelas Robert.

RCommunity dan PWI Meranti langsung mengambil alih progres pembangunan tempat tinggal si Mbah hingga selesai. Turut dibantu juga oleh Polsek Tebingtinggi Barat dan masyarakat setempat.