Warga Singingi Blokir Jalan untuk Kendaraan Operasional PT SUN

Kuansing, Riau123 Dilihat
banner 468x60

TELUKKUANTAN – Warga Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau memblokir jalan Simpang Sambung – Kebunlado khusus untuk mobil operasional PT. Sinar Utama Nabati (SUN). Hal ini dilakukan warga karena perusahaan dinilai gagal menjalankan kesepakatan yang dibuat pada 18 Februari 2021 yang kemudian diubah pada 7 Maret 2021.

“Hari ini, sejak jam 9 pagi kami menutup jalan Simpang Sambung sampai Sungaibawang untuk mobil operasional PT. SUN,” ujar Junaidi, tokoh masyarakat Singingi kepada GoRiau.com, Kamis (25/3/2021) pagi di Telukkuantan.

Menurut Junaidi, PT. SUN sudah diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan ruas jalan kabupaten tersebut. Bahkan, perusahaan bersedia memperbaiki jalan sebagaimana tertuang dalam nota kesepakatan tertanggal 18 Februari 2021.

“Nah, pas tanggal 7 Maret, kami bersama Camat Singingi melakukan peninjauan lapangan, melihat hasil pekerjaan yang dilakukan PT. SUN. Kami menilai, ini sangat jauh dari standar,” ujar Junaidi.

Dalam perubahan kesepakatan dengan masyarakat, PT. SUN kembali diberi kesempatan untuk memperbaiki jalan hingga hari ini, 25 Maret 2021. Kemudian, jalan harus sesuai standar yang bisa dilalui kendaraan tonase di atas 30 ton, yakni mulus tanpa lobang, tanpa batu besar di badan jalan, rata, keras dan tidak licin.

“Dalam perjanjian yang ditandatangani perusahaan kan sudah jelas. Kalau mereka tak bisa memenuhi perjanjian itu, ya mau tidak mau, jalan kami tutup untuk operasional PT. SUN,” tegas Junaidi.

Sehari sebelumnya, Samsul selaku KTU PT. SUN bersama Agus mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing. Mereka membawa surat MoA (memorandum of agreement) tentang perawatan jalan tersebut. Namun, PUPR masih mempelajari MoA yang ditawarkan PT. SUN.

Kepada GoRiau.com, Samsul menyatakan bahwa PT. SUN setiap tahun melakukan perawatan jalan lintas Simpang Sambung – Kebunlado.

“Kalau untuk tahun ini, rencananya kami akan melakukan perawatan pada saat jelang Idul Fitri. Tapi, masyarakat udah duluan tanam pisang,” jawab Samsul ketika ditanya mengapa perawatan dilakukan setelah masyarakat setempat ‘memberontak’.

Samsul menyatakan tidak bisa menentukan bagaimana kualitas dari jalan. Sebab, ia bukan orang teknis dan tidak tahu persoalan jalan. “Dalam pengerjaan ini kami juga tidak melibatkan orang teknis.”

“Hanya saja, apa kata pekerja itu yang kami lakukan. Misalnya di sini harus dikasih batu, terus ditimbun tanah. Ya begitulah,” ujar Samsul. Ia pun tak bisa memastikan berapa tonase kendaraan yang bisa melewati jalan ini.

Terkait kekecewaan masyarakat terhadap hasil pengerjaan jalan ini, Samsul tidak bisa berkomentar banyak. “Ya macam mana ya bang, orang kalau tak suka, ya susah. Tapi, kami komitmen untuk memperbaiki jalan ini,” katanya.

banner 970x250