oleh

Jelang Lebaran, Harga Karet di Kuansing Bikin Petani Tersenyum Bahagia

TELUKKUANTAN – Petani karet di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau yang tergabung di dalam Asosiasi Petani Karet Kuansing (Aparkusi) bisa tersenyum bahagia jelang lebaran idul fitri 1442 H. Sebab, harga karet mengalami kenaikan dan masih di atas Rp12 ribu per Kg-nya.

banner 300x250

Menurut Sepriadi, Ketua Aparkusi Kuansing, hasil lelang bahan olahan karet (bokar) yang dilakukan Aparkusi pada 9 Mei 2021 lalu,ditetapkan harga bokar di tingkat petani sebesar Rp12.236 per Kg.

“Alhamdulillah, ada peningkatan sebesar Rp110 dari lelang minggu lalu. Dimana, minggu lalu harga bokar hanya Rp12.126 per Kg,” ujar Sepriadi, Selasa (11/5/2021) di Telukkuantan.

Dikatakan Sepriadi, petani yang tergabung dalam Aparkusi terus meningkatkan kualitas bokarnya, sehingga para pembeli tidak kecewa. Biasanya, lanjut Sepriadi, jika ada kualitas yang kurang bagus, maka pembeli akan menyampaikan komplen.

“Kemudian, kami akan evaluasi dan berikan pemahaman kepada anggota agar mengutamakan kualitas. Kalau kualitas tak bagus, tentu pembeli tak ingin membeli,” ujar Sepriadi.

Sementara itu, harga karet di tingkat perani non asosiasi masih berkisar Rp8.000 sampai Rp8.500 per Kg-nya. Menurut Rio Irawan, seorang tengkulak di Desa Petai, umumnya dia membeli harga bokar ke petani dengan harga Rp8.000 per Kg.

“Kita lihat dulu kualitasnya, kalau seandainya agak lembek dan banyak air, kita beli dengan harga Rp8.000 per Kg. Tapi, kalau kualitas bagus, kita beli dengan harga paling tinggi Rp8.500 per Kg,” ujar Rio.