Inforiau.ID, BENGKALIS – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pertumbuhan ekonomi, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai perlu didukung dengan pengelolaan sumber daya alam yang tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, kemajuan ekonomi daerah tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, termasuk ekosistem gambut yang menjadi bagian penting dari wilayah Riau.
Menurutnya, kelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan keseimbangan ekologi.
“Kita ingin Riau terus maju, ekonominya tumbuh, investasi berkembang, dan masyarakatnya semakin sejahtera. Tetapi, kelestarian lingkungan harus tetap kita jaga,” kata Plt Gubri SF Hariyanto di Bengkalis, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, upaya menjaga kelestarian alam memiliki manfaat jangka panjang.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang dipelihara saat ini akan turut menentukan kualitas kehidupan masyarakat pada masa mendatang.
“Lingkungan yang terjaga bukan hanya untuk kepentingan hari ini. Melainkan menjadi bagian dari warisan yang akan kita titipkan kepada generasi penerus kita,” jelasnya.
Karena itu, Plt Gubri SF Hariyanto mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut di Riau.
Upaya tersebut membutuhkan kerja bersama, terutama dengan masyarakat yang berada dan beraktivitas di sekitar kawasan gambut.
Ia menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan yang telah dipulihkan.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memastikan hasil restorasi gambut tidak berhenti sebagai program pemerintah, tetapi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Mari kita terus jaga gambut Riau, kita perkuat masyarakat yang menjaganya, dan kita pastikan kerja keras yang sudah dimulai ini memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan dua agenda yang harus dipertentangkan.
Keduanya dapat berjalan beriringan melalui pengelolaan kawasan yang tetap memperhatikan fungsi ekologis, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Pengalaman di Tanjung Leban, Bengkalis, menjadi salah satu contoh bagaimana pemulihan ekosistem dapat dilakukan melalui kolaborasi dan gotong royong.
Plt Gubri SF Hariyanto juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah terlibat dalam upaya menjaga lingkungan di Riau.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk melanjutkan upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem di daerah.
“Terima kasih kepada Bapak Menhut RI, unsur Forkopimda, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta seluruh pihak yang selama ini berjalan bergandengan tangan bersama Pemerintah Provinsi Riau dalam menjaga lingkungan dan ekologi daerah kita,” ujarnya.
SF Hariyanto berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat dalam menjaga dan memulihkan ekosistem gambut di Riau.
Menurutnya, keberlanjutan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem gambut, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi dan gotong royong yang terus diperkuat, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan di Provinsi Riau.










