Strategi Riau Atasi Karhutla Dibahas di Forum BPBD se-Indonesia

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menjadi salah satu pengalaman yang dibagikan dalam Forum Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD se-Indonesia pada rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 di Provinsi Banten.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, Edy Afrizal, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci penting dalam meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanggulangan karhutla di Riau.

banner 400x400

Menurut Edy, penanganan karhutla di sejumlah kabupaten dan kota di Riau menunjukkan perkembangan yang semakin baik berkat sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, satuan tugas darat dan udara, hingga masyarakat.

“Keikutsertaan BPBD Riau dalam agenda nasional tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Riau terhadap upaya penguatan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Indonesia. Riau sendiri memiliki pengalaman dalam penanggulangan karhutla melalui semua unsur yang terlibat saling bersinergi dan bertanggung jawab,” kata Edy, Rabu (14/10/2026).

Edy menjelaskan, forum nasional yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 tersebut menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi, bertukar pengalaman, sekaligus membahas langkah penanggulangan bencana yang lebih efektif.

“Melalui forum ini, kita dapat memperkuat koordinasi dengan BPBD se-Indonesia, berbagi pengalaman, sekaligus memberikan masukan berdasarkan kondisi dan pengalaman penanggulangan bencana di daerah,” ungkap Edy.

Selain berbagi pengalaman penanganan karhutla, keikutsertaan BPBD Riau juga bertujuan menyelaraskan strategi pengurangan risiko bencana di daerah dengan kebijakan nasional.

Penyelarasan tersebut diharapkan mampu mendorong upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana yang lebih terarah dan terintegrasi melalui kerja sama lintas daerah.

Forum Kalaksa BPBD se-Indonesia dipimpin Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.

Selain forum koordinasi, rangkaian Bulan PRB 2026 juga diisi dengan sejumlah kegiatan peningkatan kesiapsiagaan, antara lain aktivasi sirene tsunami, simulasi evakuasi mandiri di tingkat desa, serta diskusi implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD).

Melalui forum nasional ini, BPBD Riau berharap dapat memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mempererat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan penanggulangan bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan.

banner 970x250