PEKANBARU- Kerusakan berat yang terjadi di Jembatan Parit 16, Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, akhirnya memberikan kerugian kepada masyarakat, dimana satu unit mobil pengangkut ayam jatuh ke sungai.
Jatuhnya mobil ini dikarenakan kayu jembatan yang tak mampu menahan beban mobil pengangkut ayam. Akhirnya, mobil ini jatuh ke sungai sehingga memberi kerugian ratusan juta.
Tokoh Masyarakat Inhil, Musyaffak Asikin, mengatakan pemerintah harus segera mengambil sikap karena ini memang betul-betul darurat. Sebab, dia tak ingin manusia menjadi korban buruknya infrastruktur.
“Kalau sekarang mungkin ayam, bisa saja nanti manusia yang jadi korban,” tegasnya, Senin (25/10/2021).
Mantan Anggota DPRD Riau ini mengatakan, di APBd Riau ada yang namanya Dana Tanggap Darurat, namun karena status jalan tersebut masih jalan kabupaten, dia tidak memastikan kewenangannya.
“Tapi kalau cuma mengharap APBD Kabupaten Inhil tentu harus menunggu tahun 2022 karena anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut memang sudah dianggarkan,” tuturnya.
Saat ini, rencana jangka pendek yang paling memungkinkan adalah bagaimana jembatan itu diselamatkan oleh pemerintah pusat. Tentunya, harus melalui DPR RI Dapil Riau.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Putra Reteh sampai hari ini masih ada yang aktif sebagai Anggota DPR RI, apakah yang bersangkutan mau bergerak di pusat sana? Kalau mau, mungkin bisa saja dicarikan solusi nya, jadi ini tinggal mau apa tidak saja untuk menarik dana darurat di pusat itu,” tutupnya.
Untuk diketahui, jembatan itu sudah setahun lebih mengalami amblas akibat banjir, dan untuk sementara masyarakat membuat jembatan kayu supaya kendaraan tetap melintas. Jembatan inilah yang dipakai oleh masyarakat.










