Kabut Asap Selimuti Pelalawan, ISPU 82, Warga Diminta Waspada

banner 468x60

Inforiau.ID, PELALAWAN – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (7/10/2026) pagi.

Kondisi kabut asap yang terlihat semakin pekat membuat masyarakat, khususnya orang tua, mulai khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan anak-anak.

banner 400x400

Di tengah kondisi tersebut, kualitas udara Kabupaten Pelalawan berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada pada kategori sedang.

Data ISPU pada pukul 06.00 WIB menunjukkan nilai ISPU Pelalawan berada di angka 82, dengan parameter kritis PM2.5.

Selain PM2.5 yang berada di angka 82, parameter lainnya tercatat PM10 sebesar 42, SO2 sebesar 31, CO sebesar 0, O3 sebesar 7, NO2 sebesar 38 dan HC sebesar 0.

Sementara itu, kondisi cuaca saat pengukuran menunjukkan kelembapan udara mencapai 94,78 persen, tekanan udara 1.012 mBar dan suhu sekitar 25 derajat Celsius.

Kategori sedang berarti kualitas udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan.

Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena kondisi udara dapat berubah sewaktu-waktu akibat perubahan cuaca dan arah angin.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, mengatakan berdasarkan pemantauan pihaknya, hingga saat ini tidak ditemukan titik api di wilayah Kabupaten Pelalawan.

Ia menyebut kabut asap yang masuk ke wilayah Pelalawan diduga berasal dari daerah lain yang sedang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk titik api di Kabupaten Pelalawan sampai sekarang ini nihil. Kabut asap ini merupakan kiriman dari daerah lain, seperti yang terjadi sekarang di wilayah Jambi dan Sumsel,” ujar Zulfan.

Menurutnya, pergerakan asap sangat dipengaruhi arah angin.

Sehingga, meskipun tidak terdapat titik api di Pelalawan, asap dari daerah lain tetap berpotensi masuk dan menyelimuti wilayah kabupaten tersebut.

Meski angka ISPU masih berada pada kategori sedang, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi kabut asap yang terlihat di lapangan.

Terutama anak-anak, lanjut usia dan masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat.

Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel udara.

Pasalnya, PM2.5 menjadi parameter kritis dalam pengukuran ISPU Pelalawan pada Rabu pagi.

Paparan partikel halus secara terus-menerus perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap sistem pernapasan.

BPBD Pelalawan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi karhutla dan kualitas udara di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Dengan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Pelalawan, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan meskipun kualitas udara berdasarkan ISPU masih berada dalam kategori sedang.

banner 970x250