oleh

Disdik Siak Sudah Buat Panduan Protokol Kesehatan untuk Guru dan Peserta Didik

SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak telah menyusun panduan protokol kesehatan untuk satuan pendidikan di masa Pandemi Covid-19.

Wakil Sekretariat Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono mengatakan panduan ini disusun lebih awal untuk persiapan jika kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru 2020-2021 dimulai.

“Tahun ajaran baru dimulai 13 Juli 2020, jika nanti KBM nya dilakukan tatap muka seperti biasa, Dinas Pendidikan Siak sudah siap dengan panduan protokol kesehatan untuk guru maupun siswa,” kata Budhi kepada GoRiau.com, Jumat (3/7/2020).

Menurut Budhi, panduan protokol kesehatan yang disusun akan berisi panduan teknis sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah pada masa Pandemi Covid-19.

Panduan mengatur tentang hal-hal yang berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah hingga jadwal belajar siswa yang kemudian dipersingkat.

“Mulai dari penyediaan pencuci tangan, masker, thermo gun disesuaikan dengan rasio jumlah siswa hingga pedagang sekolah nanti diatur dalam pedoman ini. Nanti tidak ada lagi jam istirahat, karena waktu belajar siswa dibagi menjadi pagi dan siang. Pagi dari jam 7 hingga 9.30 WIB dan Siang mulai jam 10 hingga pukul 12.30 WIB,” kata dia.

Budhi mengakui, sampai saat ini Kabupaten Siak memang masih berada di zona hijau. Sementara aturan pemerintah untuk pembukaan sekolah, salah satunya bahwa daerah tersebut yang berada di zona hijau.

“Panduan protokol ini disusun dengan memperhatikan hak-hak anak. Prinsipnya kita ingin agar hak-hak anak bisa tetap menjadi prioritas saat sekolah kembali dibuka di masa pandemi Covid-19,” kata Budhi.

Sementara itu, salah orang wali murid berharap ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila sekolah kembali dibuka. Misalnya soal penyediaan tenaga kesehatan dan juga pengawas pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Agar efektif, harus ada petugas yang memang khusus mengawal pelaksanaan protokol kesehatan ini di sekolah. Terutama di saat-saat siswa berada di luar kelas,” kata Leni kepada GoRiau.com.