oleh

BUMD Riau Lagi-lagi ‘Melempem’, Komisi III: Kalau Target Tak Tercapai, Pak Gubernur Harus Ganti

PEKANBARU – DPRD Riau lagi-lagi menyoroti kinerja dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada dibawah Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau, pasalnya BUMD Riau dinilai belum mampu memberikan deviden kepada daerah.

Kalaupun ada, deviden tersebut masih jauh dari target maupun modal yang sudah ditanamkan oleh pemerintah ke dalam badan usaha tersebut. Persoalan BUMD ini kerap menjadi rekomendasi dari Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Riau.

banner 300x250

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi memastikan akan segera memanggil seluruh BUMD yang ada di Riau untuk mempertanyakan apa yang sudah mereka lakukan sepanjang tahun 2020 lalu.

Selain itu, Politisi PPP ini akan meminta target mereka dalam jangka waktu satu tahun ke depan, target ini akan dikawal oleh Komisi III selaku Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Riau.

“Kita minta mereka paparkan target 1 tahun ke depan, kita akan kawal secara berkala,” kata Legislator Dapil Rokan Hilir ini kepada GoRiau.com, Jumat (14/5/2021).

Setelah progres berjalan selama 6 bulan atau satu semester, Komisi III akan melihat apakah target tersebut ‘on the track’ atau tidak. Jika tidak, DPRD Riau akan mencari tahu apa yang menjadi kendala.

“Kalau memang kesalahan ada di mereka, kita akan rekomendasikan pemberhentian ke Gubernur, karena mereka tidak mampu mengembangkan usaha di BUMD tersebut,” tambahnya.

Lebih jauh, Husaimi menambahkan, jika rekomendasi ini tidak disambut oleh Gubernur Riau, Syamsuar, Husaimi mempersilahkan masyarakat Riau memberikan penilaian kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

“Kalau rekomendasi kita tak dilaksanakan, berarti Gubernur tidak mau membangun Riau ini, gitu aja,” tegasnya.

Kondisi keuangan Riau, terangnya, saat ini mengalami kesulitan, bahkan dalam beberapa tahun belakangan APBD Riau terus mengalami penurunan. Dan dampaknya, pembangunan yang diterima masyarakat juga berkurang.

“Kalau tidak ada uang, gimana kita membangun Riau? Makanya saya paling cerewet kalau soal pendapatan ini, jalan satu-satunya adalah meningkatkan pendapatan, komitmen meningkatkan pendapatan ini yang kita harapkan dari pemerintah,” tutupnya.

Sebagai informasi, saat ini Riau punya 7 BUMD, yaitu Bank Riau Kepri (BRK), Riau Airlines (RAL), Sarana Pembangunan Riau (SPR), Jamkrida Riau, Riau Petroleum, Pengembangan Investasi Riau (PIR), dan Permodalan Ekonomi Rakyat (PER).