Inforiau.ID, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, Manggala Agni dan sejumlah unsur terkait menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Pekanbaru Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Baterai B Yon Arhanud 13/PBY, Jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Apel dipimpin langsung Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho dan dihadiri Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muhamad Atta, Dandim 0301/Pekanbaru yang diwakili Pasiops Mayor Arh Nirzam, serta Danyon Arhanud 13/PBY Letkol Arh Irfan Wibowo.
Turut hadir Kepala BMKG Pekanbaru Warjono, Sekda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, jajaran TNI dan Polri, pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, para camat se-Kota Pekanbaru serta unsur terkait lainnya.
Apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kota Pekanbaru.
Personel gabungan dari berbagai instansi turut disiagakan, mulai dari Kodim 0301/Pekanbaru, Yon Arhanud 13/PBY, Yon Kopasgat, Lanud Roesmin Nurjadin, Polresta Pekanbaru, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polairud, Manggala Agni, Polisi Kehutanan, Pemadam Kebakaran, Senkom, BNPB hingga para lurah se-Kota Pekanbaru.
Dalam arahannya, Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan ancaman El Nino.
“Saat ini kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan ancaman El Nino. Walaupun dampaknya mungkin belum sepenuhnya kita rasakan, kondisi cuaca yang semakin panas, kering, serta curah hujan yang relatif sedikit harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Agung.
Agung menegaskan, seluruh pihak tidak boleh lengah dalam mengantisipasi potensi Karhutla.
“Kita tidak boleh lengah. Karhutla harus kita cegah sedini mungkin. Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak,” tegasnya.
Ia juga meminta jajaran TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, Basarnas, camat, lurah dan seluruh unsur terkait meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah masing-masing.
“Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, Basarnas, camat, lurah, dan seluruh unsur terkait untuk meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah masing-masing,” katanya.
Menurut Agung, setiap titik api harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan menimbulkan dampak lebih luas.
“Setiap titik api harus segera ditangani. Api yang masih kecil harus dipadamkan sebelum menjadi besar dan menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan peninjauan sejumlah peralatan yang disiapkan untuk mendukung penanganan Karhutla.
Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Kota Pekanbaru Tahun 2026 berlangsung aman dan lancar.










