oleh

Polda Riau Gagalkan Peredaran 7 Kg Sabu dan 28.500 Butir Pil Ekstasi di Pekanbaru

PEKANBARU (Inforiau.ID) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berhasil menggagalkan peredaran tujuh kilogram Narkoba jenis Sabu-sabu serta 28.500 butir Pil Ekstasi berbagai merek. Barang haram itu dibawa dari Bengkalis dengan tujuan Pekanbaru.

Tiga orang yang diduga terlibat dalam peredaran Narkotika ini juga berhasil diamankan, dengan inisial RN, ID dan seorang wanita AN. Ketiganya dibekuk dari tiga tempat terpisah pada Sabtu (28/10/2017) malam kemarin. Saat ini ketiganya tengah diproses aparat.

banner 300x250

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Hariono, Senin (30/10/2017) siang mengungkapkan, RN ditangkap di jalan lintas Maredan, Tenayan Raya Pekanbaru. Saat itu dirinya tengah berkendara dengan mobil Avanza. Keberadaan pria itu terendus setelah aparat membuntutinya dari Bengkalis.

“Kemudian kita lakukan pencegatan di daerah Maredan, dibackup personel Polresta Pekanbaru dan Polsek Tenayan Raya. Kita gelegedah dan temukan kardus berisi tujuh kilogram Sabu serta 27.000 butir Pil Ekstasi,” sebutnya didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo.

Pengembangan pun dilakukan malam itu juga. RN mengaku jika Narkoba ini akan diantarkan kepada seseorang berinisial ID. Transaksi pun disepakati di halte depan Rumah Sakit (RS) Awal Bross. Begitu ID muncul, polisi berpakaian preman langsung menciduknya.

“Kita kembangkan lagi, karena masih ada barang bukti lainnya yang disimpan di kos-kosan tempat ID. Saat kita gerebek, ada teman wanitanya berinisial AN. Dari kos tersebut ditemukan lagi setengah kilogram Sabu serta 1.500 butir Pil Ekstasi,” singkatnya dalam jumpa pers di Mapolda Riau.

Polisi saat ini sedang mengembangkan jaringan dari ketiga pelaku tersebut. Hariono memastikan, masih ada orang-orang di atas mereka yang jadi dalang peredaran Narkotika berjumlah tak sedikit itu. “Kita akan dalami dari keterangan mereka. Mudah-mudahan bisa kita tangkap,” pungkas dia.

Atas perbuatannya itu, para pelaku terancam dijerat dengan tindak pidana Narkoba, dengan ancaman hukuman minimal penjara seumur hidup atau paling berat hukuman mati. (TW)