Karhutla Rantau Baru Belum Terkendali, Water Bombing Mulai Diupayakan

banner 468x60

Inforiau.ID, PELALAWAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Memasuki hari keempat, Rabu (26/8/2026), sebanyak 171 personel gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman, pendinginan, dan penyekatan untuk mencegah api meluas.

banner 338x250

Kasi Humas Polres Pelalawan, Thomas Bernandes, mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan hingga masyarakat.

“Personel gabungan yang terlibat sebanyak 171 orang. Sampai saat ini upaya pemadaman dan pendinginan masih berlangsung,” kata Thomas.

Di lokasi, petugas masih menemukan kepala api dan kepulan asap tebal dari sisa-sisa lahan yang terbakar.

Penyekatan terus dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan api ke kawasan lain.

Karhutla terjadi di kawasan lahan gambut yang ditumbuhi tanaman kelapa sawit dan semak belukar.

Berdasarkan hasil pemantauan, kawasan terdampak mencapai sekitar 253,23 hektare, dengan tambahan luas terbakar hingga Rabu siang diperkirakan sekitar 70 hektare.

Luasnya kawasan yang terbakar membuat proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Selain kondisi kemarau yang menyebabkan sumber air terbatas, akses menuju sejumlah titik api juga sulit dilalui.

“Angin kencang menjadi salah satu kendala. Kondisi tersebut menyebabkan kepala api bergerak ke arah timur dan selatan,” jelas Thomas.

Untuk mendukung operasi di lapangan, petugas mengerahkan empat unit alat berat serta sejumlah mesin pompa.

Puluhan rol selang juga digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang berada cukup jauh dari akses utama.

Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama kepolisian juga berkoordinasi dengan BNPB Provinsi Riau untuk mendapatkan dukungan pemadaman melalui udara atau water bombing.

Bupati Pelalawan bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci telah melakukan koordinasi terkait permintaan bantuan tersebut.

Di tengah upaya pemadaman, kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Tim mengumpulkan bahan keterangan di lapangan guna mengetahui bagaimana Karhutla tersebut terjadi dan apakah terdapat unsur pelanggaran.

“Penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran,” ujar Thomas.

Hingga Rabu pukul 14.30 WIB, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan.

Pendinginan dilakukan pada lahan yang telah terbakar guna mencegah munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyekatan terus dilakukan di sisi-sisi kawasan yang masih berpotensi terbakar.

Dengan kondisi lahan gambut yang cukup luas, petugas terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan penanganan berkelanjutan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan kawasan tidak lagi mengeluarkan asap.

banner 970x250