oleh

Aktris Italia Ini Harus Hentikan Tur Seksnya Akibat Digigit Anjing

ROMA – Aktris Italia yang menjanjikan seks oral kepada siapa saja yang memilih menentang Perdana Menteri negara tersebut menunda menunda turnya setelah seekor anjing menggigit wajahnya.

Paola Saulino (28) yang sebelumnya tinggal di Los Angeles sedang menjalani janjinya, untuk melakukan hubungan seks pada setiap orang yang memilih ‘NO’ dalam referendum Italia pada tahun 2016.

banner 300x250

Sejak pemungutan suara ‘NO’ dimenangkan dengan 59 persen dia mengklaim telah melakukan tur. Dirinya mengaku sejak Maret tahun lalu telah memuaskan 400 pria.

Tapi Tur Pompa, yang diterjemahkan dari bahasa Italia ke Oral Tour, harus menghentikan aktivitas janjinya setelah dokter menyuruhnya untuk beristirahat, setelah seekor anjing menganiaya dia.

“Maksud saya Pompa Tour sebenarnya adalah gaya hidup saya. Ini adalah cara saya untuk bebas. Dokter menyarankan saya untuk tidak melakukan gerakan besar dengan mulut saya selama beberapa bulan,” tuturnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Mengurangi aktivitas fisik wajah membantu menyembuhkannya dengan lebih baik, dari bekas luka di bagian dalam.

Wajahnya terluka parah saat seekor anjing teman melompat dan menggigit wajahnya saat membelai punggungnya pada pesta Halloween di bulan Oktober.

Hidung Saulino dipotong begitu juga mulut dan bibirnya. Namun dokter mengatakan luka di dalam dan di luar mulutnya akan sembuh dalam sembilan bulan.

Begitu dia sembuh, dia berencana untuk melanjutkan turnya dan mengatakan bahwa dia ingin melangkahkan kakinya ke Inggris dalam tournya.

Tur yang akan dilakukan Paola dimulai pada 7 Januari di Roma dan berlanjut ke kota Florence, Blogna, Verona, Milan, Turin, Naples, Bari, Lecce, dan Palermo dalam sebulan. Perjalanan itu akan diikuti perjalanan ke kota-kota kecil lain dan baru berakhir pada Desember 2018.

Para pemilih ‘NO’ harus mengisi formulir pemesanan yang harus dilengkapi dan dikirimkan kembali pada Paola.

Sebagian besar komentar dalam posting Paola di media sosial itu berisi dukungan dan pertanyaan mengapa kota mereka tak termasuk dalam turnya. Namun, tidak sedikit juga warga Italia yang khawatir dengan aksi perempuan kelahiran Naples itu yang dianggap menghina para pembela konstitusi. (feb)

(amr)