Pangdam XIX/TT Tutup Kejurnas Tenis, Tekankan Sportivitas Atlet

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Kejurnas Tenis Piala Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bukan sekadar ajang perebutan gelar juara.

Pada penutupan kompetisi di Lapangan Tenis Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Senin (24/8/2026), Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa sportivitas dan pembentukan karakter atlet menjadi bagian penting dari keberhasilan turnamen.

banner 338x250

Kejurnas Tenis Piala Pangdam tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Penutupan dihadiri sejumlah pejabat utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, di antaranya Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Kapoksahli Brigjen TNI Muhamad Yahya, Ketua Pelti, serta para undangan.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari siapa yang berhasil membawa pulang piala.

Menurutnya, kompetisi juga harus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, sekaligus meningkatkan kualitas atlet tenis di Provinsi Riau.

«“Kejuaraan ini tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara dan Piala Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga tenis,” ujar Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo.»

Kolaborasi Kodam XIX/Tuanku Tambusai dengan Pelti Provinsi Riau, lanjut Pangdam, memberikan kesempatan kepada para atlet untuk menguji kemampuan melalui persaingan yang sehat.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi para pemain untuk menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Pangdam juga mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Menurutnya, sikap dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter seorang atlet.

«“Dalam olahraga, kemenangan menjadi tujuan, tetapi sportivitas adalah kehormatan. Menang dan kalah dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan lapang dada,” tegasnya.»

Ia menilai kualitas sebuah turnamen tidak cukup hanya dilihat dari daftar para pemenang.

Kompetisi yang baik, kata dia, harus mampu mendorong lahirnya atlet yang memiliki kemampuan teknis, karakter kuat, serta kemauan untuk terus berkembang.

«“Yang kita cari bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana pertandingan ini mampu melahirkan atlet yang semakin berkualitas, berkarakter dan memiliki semangat untuk terus berkembang,” ungkap Pangdam.»

Rangkaian penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para juara oleh Pangdam bersama pejabat utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi para atlet selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

Berakhirnya Kejurnas Tenis Piala Pangdam sekaligus menutup salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Di sisi lain, turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga tenis sekaligus menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat dan sportif di Provinsi Riau.

banner 970x250