oleh

Polres Dumai Panggil Satpam PT Chevron Terkait Kebakaran Areal Konsesi

DUMAI – Polres Dumai, Riau menyelidiki kasus kebakaran 5 hektare lahan di areal konsesi PT Chevron. Petugas security atau satpam perusahaan minyak itu dipanggil untuk diperiksa polisi.

“Untuk lokasi yang terbakar sudah padam, saat ini kita sedang melakukan pendinginan di areal konsesi Chevron itu. Kasusnya kita selidiki dengan memanggil petugas keamanannya,” ujar Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan, Rabu (27/2/2019).

banner 300x250

Restika menyebutkan, untuk penyelidikan kasus koorporasi PT Chevron, itu ditangani Ditreskrimsus Polda Riau. ‎Restika tak ingin terburu-buru menyimpulkan penyelidikan kasus tersebut. ‎

“Saat ini petugas di lapangan masih fokus upaya pendinginan agar api tidak muncul kembali. Selanjutnya, kita lakukan penyelidikan,” kata Restika.

‎Sebelumnya diberitakan, areal lahan konsesi milik PT Chevron Pasifik Indonesia di Jalan Soekarno-Hatta, dekat Jembatan Bukit Jin, Kota Dumai, Riau, terbakar. Akibatnya menimbulkan kabut asap yang tebal. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Afrilagan, mengatakan, kebakaran dilaporkan terjadi Selasa (26/2) sejak pukul 11.00 WIB. Sebagai langkah tindak lanjut, tim gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, diterjunkan untuk memadamkannya.

“Pemadaman tergolong sulit dilakukan, selain tanah bergambut sumber air sulit dijangkau, serta alat pemadam juga menjadi kendala. Ada lima mobil tapi airnya dijemput dari lokasi lain, ketika sampai di sini cepat habisnya dan dijemput lagi,” kata Afril.

Petugas pemadam PT Chevron yang bergerak di bidang minyak itu juga turun ke lokasi. Ada satu mobil pemadam dan beberapa personel terlihat membentangkan pipa belasan meter hingga sampai ke titik api.

“Jadi yang terbakar ini lahan konsesi PT Chevron, dan juga sekaligus sebagai taman wisata alam,” kata Afril.

Polres Dumai sudah menetapkan empat orang tersangka terduga pelaku kebakaran lahan yang terjadi di wilayah kota Dumai sejak awal Januari 2019. Keempat pelaku ini beralasan membakar sampah saat membersihkan areal kebun milik mereka dan kemudian menyebabkan kebakaran lahan yang meluas. (gs1)