PEKANBARU – Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia memang baru saja membuka perwakilannya di Pulau Sumatera. Rumah sakit spesialis jantung ini sudah hadir di Kota Medan, Batam, Palembang, Aceh dan Pekanbaru.
Meski tergolong baru di Sumatera, rumah sakit yang juga menyediakan pelatihan bagi dokter dan perawat ini sudah memiliki track record yang baik dari pasien-pasien asal Indonesia.
Menurut Head Marketing & Medical Tourism IJN, Akim Affandi Ahmad, setidaknya ada sekitar 5.000 pasien asal Indonesia yang berobat ke IJN. Banyaknya pasien dari negara tetangga ini dikarenakan, pihaknya memberikan sejumlah kemudahan. Diantaranya ialah pilihan opsi kedua bagi pasien penyakit jantung.
“Jadi IJN bisa menjadi second opinion bagi pasien. Maksudnya, apabila seorang penderita penyakit jantung divonis A oleh rumah sakit lain, maka bisa dikonsultasi dengan dokter di IJN. Bisa jadi, vonis yang awalnya harus dioperasi, di IJN pasien tersebut tidak akan dibedah,” kata Akim di Pekanbaru, Jumat (15/11/2019).
Tidak hanya menawarkan opsi kedua, Akim juga mengklaim bahwa IJN memiliki keunggulan yang layak dipertimbangkan bagi pasien jantung untuk berobat. Diantaranya, kerja sama dengan asuransi dan sejumlah rumah sakit di Indonesia, serta harga yang relatif terjangkau.
“Jadi IJN itu punya Pemerintah Malaysia, karena itu harganya relatif terjangkau. Jadi, pasien-pasien di Sumatera bisa konsultasi dengan perwakilan IJN di wilayahnya masing-masing, kemudian kalau diperlukan bisa dirujuk ke IJN Malaysia,” sebutnya.
Sementara itu, dokter spesialis kardiologi IJN, dr. Lim Kien Chien mengatakan, bahwa IJN merupakan rumah sakit jantung terbesar di Malaysia dan Asia Pasifik. Setidaknya, terdapat 120 dokter yang akan menangani pasien jantung dengan diagnosis yang berbeda-beda.
“Setiap bagian jantung ada dokternya sendiri. Setelah konsultasi, barulah bisa diketahui apa solusinya. Tapi apapun itu, pencegahan adalah proses yang paling penting untuk menghindari penyakit mematikan ini,” tutupnya.










