PADANG – Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (12/12) hingga Jumat (13/12), menyebabkan sungai Batang Suliti di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan, Sumatera Barat, meluap, hingga menghanyutkan sembilan rumah warga.
Dikutip dari merdeka.com, Camat Koto Parik Gadang Diateh, Syahrul Munir, saat dihubungi dari Padang, Jumat, menyebutkan, enam dari sembilan rumah warga yang hanyut berada di Nagari Balun.
Kuatnya arus karena peningkatan debit air, juga menyebabkan 300 meter jalan alternatif di Kandang Banih retak. Kerusakan jalan ini mengakibatkan akses warga Sungai Pangkua terganggu.
Hantaman arus Sungai Batang Suliti juga menyebabkan satu rumah warga di Sungai Ipuah rusak.
“Penghuni rumah saat ini telah mengungsi ke rumah sanak keluarga,” sebutnya.
Rumah rusak akibat arus sungai juga terjadi di daerah Batang Lolo. “Di Batang Lolo dua rumah warga runtuh,” ujarnya.
Beberapa hektar sawah warga di Sungai Manau juga tertimbun lumpur yang berasal dari bukit yang berada di daerah itu, sebutnya.
Longsor juga kembali terjadi di daerah Pinti Kayu, Pakan Rabaa Timur, Koto Parik Gadang Diateh yang membuat akses masyarakat terganggu. “Jalan masih bisa dilewati, tapi terganggu,” ujarnya.
Ia menyebutkan, data tersebut merupakan data sementara.
Sementara laporan Petugas Sosial Masyarakat (PSM) Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, selain longsor di Bukik Rampuang, di Pinti Kayu Gadang jalan penuh batu batu akibat anak air sungai Pinti Kayu Gadang meluap.
Kemudian terjadi longsor di depan SD Tanjuang Nan 44, sementara di Galagah jalan penuh dengan bebatuan dan satu unit rumah hanyut.










