oleh

LAMR Apresiasi Penangkapan Penyelundup Narkoba di Riau

PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberikan apresiasi tinggi kepada kepolisian RI (Polri) yang telah menangkap sebelas orang penyelundup narkoba dari Malaysia ke Riau. Bersamaan dengan hal itu, polisi juga menyita sabu 59 kilogram dari pelaku tindak pidana tersebut.

“Terima kasih Bapak Polisi untuk pencapaian kerja ini. Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya atas hasil kerja tersebut,” kata Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Al Azhar di Pekanbaru, Kamis (13/02/2020).

Sejalan dengan hal itu, LAMR juga mengajak masyarakat Riau untuk mendukung Polri dalam memberantas narkoba tersbut. Caranya bisa beragam antara lain membina keluarga untuk tidak terlibat dalam menyuburkan narkoba baik sebagai pengkonsumsi, apalagi sebagai penyalur.

Datuk Seri Al azhar menyatakan, pihaknya memberi apresiasi tinggi terhadap capaian Polri tersebut karena kegiatan itu sendiri menjawab satu dari tiga kecemasan Riau tahun 2020 ini.

“Data menunjukkan, lalu lintas narkoba di Riau berada di papan atas di Indonesia yang cenderung pula meningkat,” katanya.

Alasan makin meningkatnya hal yang berkaitan dengan narkoba di Riau, sangat banyak. Di antarnya geografis daerah ini di kawsan perbatasan luar negeri secara langsung. Selain itu, kenyataan daerah ini yang memiliki banyak sungai dan pesisir pantai.

Kecendrungan suburnya peredaran narkoba di Riau jelas mengancam masyarakat daerah ini terutama generasi mudanya. “Berbagai kalangan harus ikut mengatasi masalah ini dan Polri telah memperlihatkan kerja nyatanya,” kata Al Azhar lagi.

Peran masyarakat dalam memberantas narkoba, kata Al Azhar, tentu sangat besar. Amat memungkinkan misalnya, masyarakat mengetahui info peredaran narkoba lebih awal yang dapat memberi tahunya kepada polisi.

Soal kecemasan terhadap narkoba itu, sempat disampaikan LAMR secara langsung kepada Wakapolri, Komjen Pol. Dr. Gatot Eddy Promono, pertengahan Januari lalu. Saat itu, LAMR mengadakan upacara adat tepuk tawar petinggi polisi yang tumbuh dan berkembang di Pekanbaru tersebut.

“Tentu, harapan kita terhadap penanganan narkoba di Riau ini, masih sangat besar. Kita malah berharap agar narkoba dibasmi sampai ke akar-akarnya,” tutur Datuk Seri Al Azhar.