oleh

Musrenbang Tebingtinggi Timur, Usulan Terbanyak ‘Menitikberatkan’ Pembangunan Infrastruktur

SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan tahun 2020 untuk usulan tahun 2021 mendatang di Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Musrenbang yang keenam ini dilaksanakan di aula Kantor Camat, Kamis (13/2/2020) dihadiri seluruh kepala desa dan pemangku kepentingan lainnya. Adapun usulan terbanyak menitikberatkan kepada pembangunan infrastruktur.

banner 300x250

Dalam sambutannya, Camat Tebingtinggi Timur, Syaiful Ikram berharap usulan yang disampaikan bisa diakomodir pemerintah daerah, meskipun disadarinya anggaran daerah tidak mencukupi dan bisa mengakomodir semua aspirasi masyarakat.

“Karena Musrenbang ini merupakan bagian daripada perencanaan pembangunan daerah paling tidaknya masing-masing desa itu berharap dari usulan yang diajukan ada satu atau dua usulan yang diakomodir, walaupun usulan ini kadangkala memang tidak sesuai dengan plafon dan kemampuan anggaran daerah. Mudah-mudahan usulan ini bisa menjadi prioritas utama khususnya untuk Tebingtinggi Timur dan ini akan menjadi bagian daripada APBD untuk tahun 2021,” kata Syaiful Ikram.

Diakui Syaiful banyak masyarakatnya yang protes terhadap banyak usulan yang tidak diakomodir, padahal sudah melalui banyak tahapan termasuk pembahasan di Musrenbang.

“Masyarakat kita juga sering protes, dimana setiap usulan Musrenbang selalu masuk tapi setelah jadi APBD tak pernah masuk, ini juga sebuah persoalan tapi kita harus sadari juga bukan karena pemerintah Kabupaten tidak memprioritaskan tapi ini karena keterbatasan anggaran. Kami juga ingin menyampaikan bahwa ada beberapa usulan kegiatan untuk tahun 2020 yang sudah kami dapatkan namun realisasi pelaksanaannya belum sampai hari ini dan kami berharap bagian-bagian program yang sudah kami rencanakan untuk 2021 sebagian besar adalah merupakan lanjutan dari kegiatan program sebelumnya,” kata Syaiful.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan jika pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap. Pembangunan infrastruktur itu diharapkan bisa membuka isolasi bagi desa yang terisolir.

“Kita memang bertahap dalam melakukan pembangunan infrastruktur, tentu saja kondisi ini terus saja berubah sejak lima tahun silam. Semoga isolasi segera terbuka,” kata Said Hasyim.

Dikatakan Said, terhadap pembangunan yang telah dilaksanakan perlu dilakukan evaluasi.

“Pembangunan yang telah banyak dilaksanakan perlu kiranya dilakukan evaluasi. Dan perlu kita kaji hakikat pembangunan itu sendiri untuk apa dan siapa. Oleh karena itu semua yang hadir di Musrenbang ini bisa menangkap apa masalah yang selama ini dirasakan masyarakat. Selain kita adalah khalifah kita juga pejabat yang diberikan tanggung jawab dan bersedia menerima amanah yang telah dititipkan,” kata Said.

Said Hasyim juga menambahkan jika pembangunan yang telah dilaksanakan sudah menyerap angggaran yang sangat banyak.

“Jika pembangunan ini dinilai dengan uang maka jumlahnya sangat besar. Untuk itu tinggal kita memberikan pemahaman Kepada masyarakat dan bagaimana kita membimbing masyarakat. Karena pada hari ini masyarakat menunggu bimbingan kita. Untuk itu kita berkumpul disini untuk bermusyawarah apa yang perlu kita lakukan untuk mereka,” ungkapnya.