SIAK – Tradisi kenduri turun ke sawah masih dilakukan masyarakat Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau untuk memulai masa tanam. Ini diyakini sejak zaman nenek moyang terdahulu.
Dalam kenduri di kampung Jatibaru Kecamatan Bunga Raya, Jumat (6/3/2020), masyarakat menyampaikan doa atas capaian panen padi yang baik serta memohon agar sawah yang akan ditanam dijauhkan dari serangan hama.
Ketua Gapoktan Suka Jadi, Rudin mengatakan tradisi turun sawah dengan tanam serentak ini, memang meningkatkan produksi padi masyarakat. Bahkan kini, satu hektar sawah menghasilkan 8 hingga 9 ton padi.
“Doa turun sawah ini tradisi kami masyarakat di Bungaraya saat akan menanam padi serentak. Dan ini dilaksanakan setiap tahunnya. Terimakasih atas kesempatan bapak Bupati Siak hadir memenuhi jemputan kami,” kata Rudin.
Bupati Siak Alfedri didampingi sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Siak Arlisman mengatakan, animo masyarakat sangat tinggi untuk bersawah ini. Terbukti banyak kebun sawit di Siak beralihfungsi menjadi sawah.
“Semoga hasil panen yang ditanam saat ini juga akan bagus. Saya sangat senang bisa hadir dalam acara kenduri turun sawah ini, sebab saya juga bersyukur seperti bapak dan ibu sekalian melihat hasil panen beberapa waktu lalu,” kata Alfedri pada kesempatan itu.










