Ini Hasil Otopsi Warga yang Tewas Ditembak di Mapolres Meranti

banner 468x60

SELATPANJANG – Proses otopsi oleh Tim dokter Forensik Bid Dokkes Polda Riau terhadap warga yang tewas ditembak di Mapolres Kepulauan Meranti di kamar mayat RSUD Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang yang dimulai sekira pukul 16:00 WIB telah usai.

Otopsi yang dilakukan tim Forensik Bid Dokkes Polda Riau itu dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Riau, Kombes dr Adang Azhar DFM, Sp. F dan Kasubbid Yanmed Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto beserta 4 dokter lainnya.

banner 400x400

Dari pantauan GoRiau.com, dalam proses otopsi tersebut, terlihat Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Ario Damar, Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Aguslan, Direktur RSUD, Hj Ria Sari, Kepala Seksi Yanmed RSUD Meranti, dr Aisyah Bee, dan beberapa kerabat serta keluarga korban.

Selesai diotopsi, jenazah Abdul Hamid langsung dimandikan dan dikafani. Setelah itu pihak keluarga langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk dishalatkan dan kemudian dikebumikan.

Dari hasil autopsi terhadap jenazah Abdul Hamid (43), polisi menemukan satu proyektil bersarang di tubuh korban.

“Saya cuma ditugaskan untuk mengeluarkan proyektil yang berada didalam tubuh korban. Cuma ada satu proyektil, ketika sudah dikeluarkan itu sebagai barang bukti nanti untuk bahan penyidik,” kata Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Riau, Kombes dr Adang Azhar DFM, Sp. F, Kamis (12/3/2020) sore di Selatpanjang.

Terhadap dibagian tubuh yang mana terkena tembakan, Adang enggan menjelaskannya kepada media.

“Kalau yang itu nggak usahlah ya, yang penting proyektilnya sudah diambil, itu saja tugas saya,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria warga Desa Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti yang diketahui bernama Abdul Hamid meninggal dunia akibat ditembak oleh anggota polisi karena diduga menyerang anggota kepolisian saat diamankan di Polres Kepulauan Meranti, Rabu, (18/3/2020) sekira pukul 17:30 WIB.

Peristiwa itu diduga dipicu karena korban merasa sakit hati motornya ditilang polisi saat digelar razia kelengkapan sepeda motor di Jalan Alahair.

Pria tersebut meregang nyawa setelah ditembak oleh Brigadir Tommy dari jarak satu meter karena dianggap melawan dan mengeluarkan pisau dari pinggangnya. Korban akhirnya tewas tergeletak dengan pisau masih di tangannya.

banner 970x250