oleh

Bupati dan Walikota di Riau Diminta Segera Ajukan Bantuan 100 Ton Beras dari CBP

PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar meminta agar Bupati dan Walikota di Provinsi Riau segera mengajukan bantuan 100 ton beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP), untuk mencukupi kebutuhan beras masyarakat mereka yang terdampak Pandemi Covid-19.

Permintaan bantuan beras ini pun telah diatur dalam Permensos Nomor 22 Tahun 2019. Bahkan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mempersilakan pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak Covid-19, untuk menggunakan cadangan beras pemerintah tersebut.

banner 300x250

“Saya juga minta bupati dan walikota agar segera mengajukan bantuan 100 ton beras yang ada di gudang Bulog,” kata Gubri di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (30/3/2020).

Orang nomor satu di Riau ini sengaja mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil jatah beras tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan beras di kalangan masyarakat.

“Tolong segera diambil beras 100 ton tersebut. Supaya ada stok beras di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubri juga mengingatkan seluruh kepala daerah yang ada di 12 kabupaten dan kota se-Riau untuk bijak dalam membuat kebijakan, khususnya bagi mereka yang berniat melakukan karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurutnya, hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengkarantina wilayah adalah mempertimbangkan apakah ketersediaan logistik bahan pangan di daerah tersebut mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa karantina.

“Jangan nanti buat kebijakan karantina wilayah tapi ternyata ketersedian logistik belum ada, nggak siap. Terjadilah nanti seperti di Tegal masyarakatnya demo minta makan. Sementara makanannya nggak ada. Jangan ikut-ikutan karantina wilayah, kalau ketersediaan pangan belum siap,” kata Gubri.

Makanya, Gubri pun meminta pemerintah daerah agar berpikir berulang kali dengan pertimbangan yang matang sebelum mengambil sebuah kebijakan.

“Kasihan masyarakat kita, mereka ini yang terdampak. Makanya selain melakukan langkah antisipasi penyebaran Covid-19, Ketersediaan pangan mereka juga harus kita pikirkan,” tuturnya.