Cegah Covid-19, Tim Gugus Tugas Libatkan AMIK Selatpanjang

banner 468x60

SELATPANJANG – Akademik Manajemen Informatika Komputer (AMIK) Selatpanjang dilibatkan menjadi bagian dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti, ini merupakan salahsatu upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang telah melanda diberbagai belahan dunia.

Dengan sebuah novasi dan terobosan baru, kini AMIK Selatpanjang mampu menciptakan sebuah aplikasi yang dinamai CISS (Covid-19 Intergrated Serveillance System) atau sistem terintegrasi pengawasan Covid-19.

banner 400x400

Upaya dalam melawan virus yang berbahaya itu, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) dr H Misri Hasanto MKes, telah banyak melibatkan organisasi kepemudaan (OKP) organisasi masyarakat (Ormas) dan elemen masyarakat lainnya, mereka menyepakati untuk saling bahu-membahu untuk melakukan pencegahan demi memutus mata rantai virus tersebut.

Menyikapi persoalan wabah tersebut, Direktur Amik Zulfikri, SKom, MKom didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik, Yenni Herayani MKom, Ketua LIPPM Adhamdi Tria Putra Abza MKom menyepakati pihaknya dilibatkan untuk melawan virus tersebut.

“Tim Gugus Tugas Covid-19 Meranti ini diawali dari kerjasama yang telah kita lakukan sebelumnya di Bapeda beberapa waktu lalu, jadi dari situ awalnya kita timbul ide untuk bisa membantu masyarakat terutama bagaimana cara mencegah penyebaran Covid-19 tersebut,” kata Zulfikri dalam pertemuan yang berlangsung di Kopitiam lantai 2, Jalan Diponegoro Selatpanjang, pada Rabu (7/5/2020) malam.

Lebih jauh dikatakan Zulfikri, ia melihat sebelumnya tim gugus tugas masih mengguna data manual. Sehingga hal itu pihaknya memutuskan untuk turut andil dalam melawan virus tersebut. Ia juga mencoba untuk manfaatkan ilmu yang berkaitan dengan teknologi informasi.

“Dari itu kita kaitkan sebuah study untuk mempelajari bagaimana system itu bisa membantu kinerja tim gugus tugas tersebut. Mulai dari pendataan penumpang dari pelabuhan yang menginput menggunakan system,” jelas Zulfikri lagi.

Dirinya pun mengatakan, setelah data tersebut terdata di system sehingga bisa diakses semua partner yang ada di semua kecamatan baik sepuluh layanan puskesmas dan rumah sakit. System itu terintegrasi dan setiap para penumpang dari kapal sudah tiba di rumah masing-masing secara otomatis akan memantau melalui system itu.

“Jadi ada dua system, yang pertama web dan kedua android. Kalau web ini data inputnya bisa dilakukan secara online dan ofline serta untuk pemantauannya bisa digunakan system berbasis android,” ucapnya.

Kepada Wartawan RiauGreen.com ia mengatakan, aplikasi yang diciptakan pihaknya sudah mulai jalan selama dua minggu terakhir.

Sementara itu Kadiskes dr H Misri Hasanto, MKes mengatakan, merasa senang bahwa pihak Amik meringan tangannya untuk membantu mencegah Covid-19.

“Kita butuh seperti rekan-rekan Amik ini karena mampu membuat trobosan baru untuk membantu kinerja kami, kami juga berharap kepada pihak manapun agar bisa melahirkan sebuah Inovasi baru,” bebernya.

Misri juga mengakui bahwa, satu persatu OKP, Ormas, Remaja-remaja Masjid dan lain-lain dilibatkannya untuk melakukan MoU menjadi relawan Dan saling besinergi dalam melawan virus Corona.

banner 970x250