PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Rokan Hulu, Syahril Topan akhirnya angkat bicara terkait niat mulianya ingin memajukan Rokan Hulu meski harus menentang keputusan partai.
Untuk diketahui, Syahril Topan akan maju sebagai Calon Wakil Bupati mendampingi Hamulian Nasution di Pilkada dengan perahu Golkar – PPP. Sementara PAN terlebih dahulu sudah memberikan dukungan kepada Hafith – Erizal.
Wakil Ketua DPRD Rohul ini mengatakan, setiap orang tentunya punya hak untuk maju di Pilkada sesuai dengan UU yang berlaku meskipun ada beberapa konsekuensi yang harus diterima.
Diceritakan Topan, dirinya awalnya tak berniat maju di Pilkada Rokan Hulu, Topan selaku Ketua DPD PAN Rohul bahkan memplenokan Hamulian Nasution – Teddy untuk selanjutnya dipertimbangkan oleh DPP PAN.
Namun, DPP PAN malah memilih Bendahara DPW PAN Riau, Erizal. Hamulian, lanjut Topan, tidak menyerah dan terus berusaha mendapatkan dukungan dari partai lain. Dinamika politik mempertemukan keduanya dalam satu jalur.
“Alhamdulillah, Allah beri kami jalan, kami didukung Golkar dan PPP. Mungkin banyak yang meragukan saya, tapi inilah buktinya, saya mengorbankan jabatan pimpinan DPRD saya. Saya akan terus berjuang,” jelas Topan, Minggu (30/8/2020).
Kalau Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tetap mau menggoreng isu itu, Topan menegaskan tak masalah baginya. Yang jelas, dia sudah minta izin pada Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan dan siap dengan sanksi apapun yang dijatuhkan padanya.
“Begitu etika saya, saya maju lewat PPP dan Golkar dan saya tetap lapor,” tuturnya.
Topan kemudian mengungkit prestasinya selama menjadi Ketua DPD PAN Rohul, dimana PAN yang semula punya 4 kursi, di masa kepemimpinannya PAN bisa meraih 6 kursi dan mendapat posisi Wakil Ketua DPRD Rohul.










