Inforiau.ID, PEKANBARU – Pekan Rakyat dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KLNH) 2026 resmi dibuka di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau tersebut mengusung tema “Gerakan Pemulihan Indonesia untuk Keadilan Ekologi”.
Pembukaan KLNH 2026 dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, jajaran TNI-Polri, pengurus Walhi, masyarakat adat, serta perwakilan pengurus Walhi dari 29 provinsi di Indonesia.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, Direktur Eksekutif Nasional Walhi Joy Jerry Even Sembiring, serta Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
Hadir pula Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan, perwakilan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Lanud Roesmin Nurjadin, Korem 031/Wira Bima, Kejati Riau, jajaran Forkopimda Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, serta pimpinan LAMR Provinsi Riau.
Direktur Eksekutif Daerah Walhi Riau Eko Yunanda mengatakan, KLNH 2026 menjadi momentum untuk mengonsolidasikan berbagai gagasan gerakan rakyat dalam mendorong pemulihan lingkungan dan mewujudkan keadilan ekologi.
“Bahwa Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup 2026 secara umum ditujukan untuk mengonsolidasikan gagasan-gagasan dari berbagai gerakan rakyat untuk menjadi sebuah gerakan pulihkan Indonesia dalam mewujudkan keadilan ekologi,” kata Eko.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya komitmen pemerintah untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki tata kelola sumber daya alam agar lebih berkeadilan secara ekologis.
Selain itu, Walhi mendorong penguatan tuntutan publik melalui deklarasi anak muda dan masyarakat adat sebagai bagian dari gerakan sosial lingkungan hidup.
Direktur Eksekutif Nasional Walhi Joy Jerry Even Sembiring menyebut KLNH merupakan agenda tahunan Walhi yang menjadi ruang konsolidasi antara gerakan lingkungan, masyarakat, dan pemerintah.
“Kegiatan Walhi ini merupakan kegiatan tahunan yang terus kami laksanakan dengan tujuan bersama instansi pemerintah untuk melaksanakan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Ia mengatakan, forum tersebut juga menjadi sarana untuk mengonsolidasikan gagasan perjuangan dalam memulihkan Indonesia, sekaligus memperkuat kedaulatan rakyat atas lingkungan hidup dan sumber kehidupan.
Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Bahwa kegiatan ini kami dari LAM Riau sangat mendukung, karena dengan kegiatan ini kita bisa sama-sama saling menjaga alam,” katanya.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan, termasuk dalam merespons titik panas dan menangani kebakaran hutan dan lahan di Riau.
“Sinergi yang kuat Polri-TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai sangat menentukan agar wilayah Riau tetap terjaga,” ujar SF Hariyanto.
Ia juga menyatakan Pemerintah Provinsi Riau mendukung pelaksanaan KLNH 2026 sebagai bagian dari upaya memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus memperkuat komitmen menjaga ekologi dan sumber daya alam.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan agar program penghijauan di daerah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
“Program penghijauan di daerah atau di wilayah jangan hanya sekadar acara seremonial, akan tetapi diubah menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan melibatkan kolaborasi lintas sektor,” kata Bima Arya.
Ia mendorong pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota, untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, perguruan tinggi dan korporasi.
Menurutnya, aspek ekologi dan ketahanan lingkungan juga harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan jangka panjang di setiap daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat juga menyampaikan pentingnya aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim.
Ia menekankan pentingnya aksi di tingkat tapak, termasuk pemilahan sampah sejak dari rumah tangga serta perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga hubungan dengan lingkungan.
“Bahwa pentingnya aksi nyata tingkat tapak, pemilahan sampah dari rumah tangga, dan pertobatan ekologis untuk menghadapi krisis iklim demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Jumhur juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan di Provinsi Riau.
Usai rangkaian sambutan, Menteri Lingkungan Hidup menerima pemasangan tanjak yang dilakukan Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman dari Menteri Lingkungan Hidup kepada perwakilan masyarakat adat.
Penabuhan kompang menjadi tanda resmi dibukanya Pekan Rakyat dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KLNH) 2026.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan foto bersama dan peninjauan sejumlah stan Pekan Rakyat oleh rombongan Menteri Lingkungan Hidup.
Kegiatan KLNH 2026 di Pekanbaru tersebut diikuti lebih dari 200 tamu undangan, termasuk masyarakat adat Riau-Kepri dan perwakilan Walhi dari berbagai daerah di Indonesia.










