Cerita Anggota DPRD Riau yang Sempat Terkonfirmasi Positif Covid-19, Padahal Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

banner 468x60

PEKANBARU – Ketua Fraksi PKS DPRD Riau, Markarius Anwar membagikan pengalamannya selama menjadi pasien positif Covid-19 yang diduga tertular dari rekannya sesama Anggota DPRD Riau inisial A.

banner 338x250

Pria yang kerap disapa Eka ini mengungkapkan saat kunjungan kerja kedewanan ke luar Provinsi ia dan rekan-rekannya tak pernah melepaskan masker, masker hanya dilepas saat makan bersama.

Pun begitu, posisi mereka saling berjarak satu meter. Tapi tetap saja terjadi penularan dalam kebersamaan mereka.

A, lanjut Eka, mengeluhkan demam selama beberapa hari, tak berapa lama kemudian dia merasakan hal yang sama, yakni panas tinggi. Ketika A mendapat hasil swab test positif, Eka langsung melakukan swab test mandiri.

“Paa saya swab mandiri ternyata positif juga, sebelumnya saya sudah demam selama dua hari. Hari ketiga test, hari keempat keluar hasil swab positif,” katanya kepada GoRiau.com, Kamis (1/10/2020).

Selama dua hari demam itu, Eka sempat melakukan pertemuan di beberapa agenda. Ketika mengetahui dirinya positif, dia langsung menginformasikan kepada semua kader PKS yang pernah melakukan kontak erat dengannya.

Tak hanya menginformasikan saja, bagi yang pernah kontak erat dengannya dan mengalami gejala Covid-19, Eka meminta mereka segera swab test mandiri dan Eka akan menanggung semua biayanya.

“Alhamdulillah, dari orang-orang yang pernah kontak erat dengan saya tidak ada yang  mengalami gejala dan yang melakukan swab hasilnya semua negatif,” tuturnya.

Selain demam, diakui Eka, dirinya sempat mengalami gejala seperti yang diceritakan pasien-pasien sebelumnya, yakni indra penciuman hidung dan indra pengecap hilang.

Beruntungnya, Eka memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat sehingga saat dirinya dinyatakan positif, dia telah melewati masa-masa kritis tersebut. Artinya, ia menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG) meskipun hasil swab masih positif.

“Alhamdulillah lima hari sejak demam hari pertama, saya sudah pulih. Makanya saya isolasi mandiri di rumah, tentunya tetap mengkonsumsi obat yang direkomendasikan oleh dokter, disamping ada obat-obatan herbal yang disarankan teman-temannya,” tambah Eka.

Ketika mendapat kabar hasil swab, Eka merasa shock namun ia selalu berpikiran positif dan melakukan aktivitas untuk menunjang imun tubuhnya, seperti berjemur di pagi hari dan jalan santai di sekitar rumahnya.

Rumah Eka berada cukup jauh dari pemukiman, sehingga dia leluasa bergerak namun tetap memakai masker dan face shield. Aktivitas ini Eka jalani selama tiga Minggu bersama istrinya yang juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Istri Eka merupakan salah seorang tenaga kesehatan di RS swasta di Pekanbaru dan menjalani isolasi mandiri bersama Eka di rumah selama sekitar dua minggu. Satu Minggu lebih cepat dari Eka.

Sementara anak-anak dan mertuanya yang tinggal serumah dengan Eka, sudah dia ungsikan ke rumah saudaranya. Karena, mereka dinyatakan negatif.

Meski di kerap dilanda rindu dengan anak, Eka merasa keputusan itu lebih baik ketimbang anaknya harus ikutan tertular.

“Saya tiga minggu tak jumpa dengan anak, kalau istri kan cuma dua minggu,” ulasnya.

Selama menjalani masa isolasi mandiri, Eka mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukungnya sampai memperoleh hasil swab negatif.

 Sebab, selama menjalani masa isolasi dia harus makan makanan yang diantarkan oleh sanak saudaranya.

“Kami tak berkontak, makanan ditaruh di pagar. Kemudian saya menjemput kesana, begitu juga dengan obat-obatan herbal seperti madu dan lainnya,” imbuhnya. 

Kepada masyarakat, Eka menghimbau selain menerapkan protokoler kesehatan, saat ini semuanya harus saling tolong menolong terutama kepada keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

“Hari ini saya lihat masyarakat sudah mulai bisa menerima tetangganya yang positif, kalau dulu kan dianggap seperti aib. Padahal tidak, karena ini bisa menimpa siapa saja. Artinya, kepedulian sosial antar sesama sudah nampak lah. Harapan saya siapapun yang terkena, ayo kita bantu,” tutupnya.

banner 970x250