PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar mengaku bahwa turunnya harga minyak dunia menjadi penyebab terbesar Riau angka pertumbuhan ekonomi Riau triwulan II mencapai angka minus 3,2 persen.
Namun, Syamsuar mengklaim sudah melakukan berbagai upaya dalam mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi Riau, terutama mencari sektor ekonomi di luar migas.
“Kemarin ada masukan dari Bank Indonesia termasuk juga dari Badan Pusat Statistik (BPS). Memang kalau kita lihat, ini berhubungan dengan angka ekspor dan berkaitan juga dengan kondisi ekonomi yang daya beli masyarakat hanya sekian,” kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Kamis (1/10/2020).
Berbeda dengan Riau, Provinsi Papua malah mengalami pertumbuhan ekonomi mencapai 4,52 persen. Hal ini disebut Syamsuar, karena Papua diuntungkan dengan sektor pertambangan Freeport yang masih stabil.
“Kenapa Papua positif? Karena Freeport harganya bagus, sementara minyak turun.Kita terus mencari tumpuan ekonomi diluar migas tadi, karena harga minyak turun ini. Alhamdulillah, harga sawit masih bagus dan ekspornya tidak terganggu,” tambahnya.
Apakah harga sawit yang meningkat ini bisa membantu tren pertumbuhan ekonomi di Riau, Syamsuar tidak bisa memastikan karena gambarannya akan disampaikan oleh BPS pada tanggal 5 November 2020 mendatang.










