Ketua LAM Siak Minta Nama Taman Syarifah Sembilan di Sungai Apit Diganti

banner 468x60

SIAK – Polemik nama taman Syarifah Sembilan yang ada di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau masih santer menjadi perbincangan publik. Ketua LAM Siak, Wan Said minta nama taman tersebut segera diganti karena tidak ada kaitannya dengan sejarah masa lalu. 

banner 400x400

“Kita minta Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Siak untuk menghapus nama Syarifah Sembilan sebagai nama Taman di Kecamatan Sungai Apit serta diganti dengan nama yang layak,” kata Wan Said, Rabu (11/11/2020).

Wan Said menyebutkan, dari LAM Siak sudah dua kali berkunjung ke Kecamatan Sungai Apit bertemu dengan LAM Sungai Apit serta ke penghulu juga untuk bersama-sama melihat makam yang disebut-sebut makam Syarifah Sembilan.

“Dari akal sehat kami tak pecayo itu makam, tapi kalau benteng kami pecayo. Memang disitu terlihat banyak makam, namun kalau dilihat dari batu  itu abad ke-17 sementara perang sama portugis itu abad ke-15,” kata Ketua LAM Siak Wan Said,  Selasa (10/11/2020) malam.

Sementara itu, kata Wan Said, abad ke-17 itu banyak makam pejuang sewaktu agresi belanda. Ia pun mengaku dirinya memiliki data yang lengkap soal itu semua.

“Kami punya data yang lengkap soal itu, LAM ingin menyelesaikan persoalan ini diselesaikan dengan baik-baik,” terangnya.

LAM sendiri, tambah Wan Said, sudah menyurati dan mengusulkan kepada Bupati Siak, DPRD Siak dan berbagai lintas OPD untuk menghapus nama Syarifah Sembilan yang melekat di taman Kecamatan Sungai Apit itu.

“Nama Taman Syarifah Sembilan itu harus dihapus dan ditukar dengan nama yang layak, kami sudah usulkan itu kepada Bupati dan DPRD Siak,” tegas Ketua LAM Siak.

Dalam kesempatan itu, Wan Said juga mengajak kepada generasi muda sebagai penerus untuk menggali sejarah sesuai dengan fakta dan kaidahnya agar memang ini bisa lestari hingga di masa mendatang.

“Marilah kita sama-sama menghargai para pahlawan kita,tanpa jasa mereka tak mungkin kita sampai seperti sekarang ini,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Camat Sungai Apit, Wahyudi mengatakan Syarifah Sembilan adalah tokoh penting dalam sejarah kerajaan Siak. Ia mengakui nama itu belum dikenal secara umum oleh masyarakat. Karena itu pula, Pemkab Siak ingin mengangkat nama tokoh perempuan itu agar dikenal secara luas.

Wahyudi memaparkan, Syarifah Sembilan adalah Srikandi kerajaan Siak pada zaman Raja Kecik. Ia yang menjaga pintu masuk ke Sungai Siak di kampung Tanjung Kuras.

Dari berbagai literatur, srikandi ini mengusir penjajah dengan cara yang unik, yaitu dengan tarian Zapin. Tarian Zapin Syarifah Sembilan ini pernah ditampilkan pada acara Festival Siak Bermadah  2010 yang dibawakan oleh peserta dari kecamatan Sungai Apit.

“Artinya, di Sungai Apit sendiri sebenarnya sudah diketahui orang cerita tentang Syarifah Sembilan. Tinggal lagi mengangkat kisahnya agar kita semua semakin tahu tentang sejarah kita,” kata dia.

Dalam keterangannya, Syarifah Sembilan tercatat di Disdikbud Siak sebagai salah satu situs sejarah di kabupaten Siak. Syarifah Sembilan merupakan salah satu pejuang dari kalangan Srikandi di zaman  Raja Kecik. 

Syarifah Sembilan bertugas di benteng yang berada di Tanjung Kuras (sekarang kampung Tanjung Kuras) untuk menjaga kualo pintu masuk Siak. 

Syarifah sembilan juga ikut berperang melawan tentara Portugis. Syarifah Sembilan ini berada di kapal perang di Kualo Siak. Ia masuk ke kapal perang Portugis sebagai seorang penari Zapin untuk menghibur tentara portugis.

Dalam kerajaan Siak, Syarifah mempunyai peran yang sangat penting dan strategis. Ia berhasil memainkan peran ganda untuk menumbangkan lawan. 

Makam Syarifah Sembilan itu berada di Kampung Tanjung kuras. Rencananya malam legenda perempuan Siak ini akan dijadikan Cagar Budaya kabupaten Siak.

“Taman ini sudah ramai dikunjungi masyarakat, bahkan sampai mengalahkan Disney Land,” seloroh Wahyudi di sela -sela peresmian taman itu beberapa waktu lalu. 

Pihaknya sudah mengusulkan makam itu masuk ke situs cagar budaya, dan sudah ditelusuri sampai ke Tanjung Kuras. Bukti sejarahnya ada tiga makam di kampung tersebut, pertama makam Syarifah Sembilan, Makam Guru Ngaji dan makam Empang Kualo.

“Saya kira, mari kita besarkan nama ini agar banyak orang yang penasaran dengan perjuangannya. Taman ini dinamakan Syarifah Sembilan sangat baik dan namanya sangat unik,” kata dia.

banner 970x250