PEKANBARU – Ketua Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) DPW (Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis mengaku siap dan akan patuh dengan instruksi dari Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.
“Kita tentunya ikut arahan dan instruksi dari DPP, apapun keputusan DPP, kita harus patuh dan mendukung hal tersebut,” kata Dedi kepada GoRiau.com, Sabtu (6/2/2021).
Diakui Dedi, pihaknya sebenarnya sudah mempersiapkan diri jika memang Pilkada akan dilaksanakan 2022 atau 2023 ini.
Riau sendiri sudah melakukan Pilkada di 9 daerah pada 2020, artinya masih ada empat Pilkada yang masih menunggu keputusan DPR RI, yakni Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hilir dan Provinsi Riau.
“Untuk persiapan, kita sudah adakan rapat bersama DPD Pekanbaru dan Kampar. Nanti kita akan undang juga DPD Inhil untuk membahas persiapan. Intinya, kami di Riau ini, apapun nanti keputusan akhir dari pemerintah dan DPR terkait Pilkada, kita sudah mulai persiapan dari sekarang,” tutupnya.
Sebagai informasi, Surya Paloh akhirnya angkat bicara terkait pro-kontra rencana revisi UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, yang mana salah satu poinnya adalah meminta supaya Pilkada dinormalisasi pada tahun 2020 dan 2023.
Fraksi Nasdem sendiri merupakan fraksi yang paling getol menolak pelaksanaan Pemilu serentak 2024. Karena desakan Nasdem ini, terjadi tarik menarik antara fraksi di DPR RI terkait UU Pemilu ini.
Hingga akhirnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menginstruksikan fraksi partainya di Dewan Perwakilan Rakyat untuk tak melanjutkan revisi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Selain tak melanjutkan revisi UU Pemilu, Paloh juga menginstruksikan jajarannya mendukung Pilkada Serentak 2024.
Paloh beralasan Indonesia tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi. Sehingga, kata dia, partai-partai pendukung pemerintah perlu tetap solid untuk mendukung upaya pemulihan ini.
“Cita-cita dan tugas NasDem adalah sama dengan Presiden, yakni untuk kemajuan dan masa depan bangsa yang lebih baik,” kata Surya Paloh dalam keterangan tertulis, Jumat malam, 5 Februari 2021.










