Masa Pandemi, Unilak Gelar Peringatan Isra Miraj 1442 H secara Daring

banner 468x60

PEKANBARU – Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Riau menggelar peringatan Isra Miraj 1442 Hijriyah secara daring, Jumat (12/03/2021). Digelar secara daring dilakukan untuk menghindari kerumunan serta pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan kampus.

Peringatan Isra Miraj diikuti oleh mahasiswa, pegawai dan dosen di lingkungan Unilak dengan lebih dari 155 peserta bergabung lewat aplikasi teknologi Zoom.

banner 400x400

Rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum bersama dengan jajaran wakil rektor I, II, III serta jajaran dekan telah bergabung secara virtual sejak pukul 9.00 pagi, sebagai penceramah yaitu Mucshin Tampubolon Spdi MPDi.

Rektor Unilak yang diwakili oleh Wakil Rektor II Unilak Hardi SE MM, saat memberikan sambutan peringatan Isra Miraj mengucapkan terima kasih kepada ustad Tampubolon yang hadir untuk memberikan tausiah. Peringatan Isra Miraj tahun ini bertepatan di hari Jumat yang menjadi tradisi setiap Jumat di lingkungan Unilak diadakan kegiatan Jumat Berkah.

Sejak pandemi terjadi, kegiatan Jumat berkah telah beralih ke daring yang tadinya tatap muka, dan ini tidak mengurangi makna dan nilai dari kegiatan keagamaan yang telah dilakukan di Unilak, ujarnya.

“Mari bersama sama kita mendengarkan tausiah dan semoga ini mencerahkan bagi bagi civitas akademika Unilak untuk menjadi manusia lebih baik lagi, meningkatkan ketakwaan dan ibadah,” ujar Hardi SE MM.

Sementara itu, Ustad Mucshin Tampubolon dalam tausiah menjabarkan tentang makna Isra Miraj yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya hikmah di balik Isra Miraj dapat menjadi pedoman hidup.

Lanjutnya, satu; Isra Miraj menguji keyakinan kita pada ayat-ayat ALLAH. Bahwa persistiwa Isra Miraj yakin 100 persen kebenaran Al-Quran, jangan ada keraguan sedikit pun tentang ayat-ayat Allah. Dua; pelajaran Isra Miraj, perjalanan Nabi Muhammad saat dari masjidil Haram singgah ke Masjidil Aqsa barulah ke Sidratul Muntaha, baru naik. Disini kita mengambil hikmah  untuk memakmurlan masjid.

Disebutkan Mucshin, orang-orang beriman itu adalah orang-orang yang memakmurkan masjid, bahwa orang ke masjid yang shalat kemasjid adalah orang yang beriman, orang yang lima waktu ke masjid bukan orang yang tidak punya pekerjaan bukan orang pengangguran.

Dan keempat jangan jadikan peristiwa Isra Miraj  bahwa Allah SWT berada diatas. “Allah ada  dimana saja  dimana engkau berada, bahwa Allah lebih dekat dari aliran darah kita (hadist), bahwa kerajaan Allah itu meliputi langit dan bumi, Allah tak butuh tempat , karena Allah yang menciptakan tempat. Allah memperlihatkan sebagaian kecil dari kebesaran Nya.

banner 970x250