PEKANBARU – Kurangnya perhatian pemerintah terhadap jalan milik provinsi membuat total aset jalan semakin berkurang, penyebab utamanya adalah abrasi sungai yang membuat badan jalan terkikis oleh aliran sungai.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Riau, Kelmi Amri, menurut dia kondisi seperti ini terjadi hampir di seluruh jalan yang berada di pinggiran sungai, bahkan beberapa diantarnya hampir putus.
“Pemerintah Provinsi harus berinisiatif mengamankan aset jalan ini agar terjaga, termasuk aset jalan provinsi yang banyak rusak,” kata Politisi Demokrat ini, Senin (15/3/2021).
Dijelaskan dia, Pemprov Riau harus mulai melakukan inventarisasi aset jalan dengan cara penganggaran di APBD 2022 supaya jalan ini bisa diselamatkan sebelum ‘termakan’ oleh arus sungai. Apalagi, jika intensitas hujan tinggi.
“Kalau memang itu tanggung jawab pemerintah pusat maka harus di kordinasikan dengan baik kepada pusat, sebab masalah Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi tanggungjawab pusat, sehingga kerusakan lebih parah bisa dicegah,” pungkasnya.
Adapun di Riau, ada sekitar 4 sungai yang membentang luas dan menghubungkan sejumlah kabupaten kota se-Riau. 4 sungai itu adalah Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Indragiri dan Sungai Siak.










