Pelaksanaan UAS di Kepulauan Meranti Direncanakan Sebelum Ramadhan

banner 468x60

SELATPANJANG – Pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) di Kepulauan Meranti, Riau direncanakan sebelum sebelum bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Triyono mengungkapkan bahwa pelaksanaan UAS di Kepulauan Meranti direncanakan mulai minggu depan. Walaupun jadwal provinsi pelaksanaan UAS dilaksanakan berkenaan dengan waktu puasa.

banner 400x400

“Pelaksanaan kita percepat sebelum puasa, karena pelaksanaan UAS saat puasa tentu banyak berpengaruh terhadap siswa,” ungkap Triyono, Senin (22/3/2021).

Dijelaskan Triyono, dalam pelaksanaan UAS Disdikbud Kepulauan Meranti telah menyiapkan juknis dan soal yang akan diujikan bagi siswa tingkat SD dan SMP. Perbedaanya untuk soal tingkat SD ditangani oleh kelompok Kecamatan melalui korwil, dan untuk SMP ditangani oleh Kabupaten. Walaupun soal yang dibuat telah menyesuaikan dengan kondisi pandemi.

“Jadi isinya kisi-kisi pandemi keputusan 3 menteri, karena kurikulum sebenarnya Kurikulum 13. Kurikulum pandemi adalah segmen-segmen dari kurikulum 13, jadi untuk memudahkan siswa karena kondisi pandemi,” ujar Triyono.

Selain itu, tambah Triyono, ujian nantinya akan dilaksanakan secara silang, yang artinya soal siswa yang satu dengan yang lain berbeda. Triyono juga menjelaskan seluruh soal telah disebar ke seluruh sekolah.

“UAS-nya silang, soalnya dibuat Kabupaten melalui kelompok guru mata pelajaran,” ujarnya.

Ia juga mengatakan telah membuat pakta integritas kepada seluruh sekolah untuk tidak melakukan kecurangan seperti membocorkan soal yang telah dibagikan.

“Kita sudah buat pakta integritas dengan pihak sekolah, sehingga kita yakinkan tidak ada kebocoran,” ujarnya.

Kemudian, untuk teknis UAS diberikan kebebasan kepada sekolah dengan 3 sistem ujian yaitu ujian tulis berbasis kertas, ujian berbasis komputer dan ujian berbasis online.

“Ujian bentuknya kita beri kebebasan kepada sekolah karena itu bergantung pada SK 3 mentri,” tuturnya.

Selanjutnya, setelah pelaksanaan ujian bayinya sekolah akan melaporkan kepada Disdikbud hasil pelaksanaan ujian.

“Nanti sekolah melaporkan, hasilnya nanti kita analisa mana sekolah yang mutunya paling rendah dengan sekolah yang mutunya paling tinggi. Kita juga melihat apakah soal yang diberikan guru ini valid atau tidaknya,” ungkapnya.

banner 970x250