Fraksi PAN Minta Pemprov Riau Evaluasi Diri Terkait Kebijakan Mudik

banner 468x60

PEKANBARU – Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Zulfi Mursal meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bisa mengevaluasi diri selama membuat dan melaksanakan kebijakan terkait Covid-19, terutama masalah mudik idul fitri.

Sebagaimana diketahui, kebijakan mudik di Riau mendapatkan penolakan dari masyarakat, banyak diantara mereka yang tetap nekat, meski Gubernur sudah melarang mudik antar provinsi maupun dalam provinsi.

banner 400x400

Aksi nekat masyarakat ini tak jarang membuat mereka mengenyampingkan keselamatan, hingga muncullah korban yang nekat mudik beberapa hari yang lalu.

“Harus ada evaluasi, ketika koordinasi Pemprov dengan Pemkab dan Pemko, maka akan banyak hal yang terjadi. Jadi harus ada evaluasi tertentu terkait kebijakan ini,” kata Mantan Ketua DPRD Siak ini, Minggu (16/5/2021).

Yang paling penting, sambungnya, adalah koordinasi antara Gubernur dengan kepala daerah setempat. Jika saja koordinasi maksimal, maka potensi-potensi akses jalan lain bisa diantisipasi sehingga tidak sampai memakan korban seperti hari ini.

“Ketegasan itu yang penting. Kita juga sekarang di internal DPRD Riau sedang membicarakan apakah perlu membentuk Pansus atau pakai hak interpelasi. Mudah-mudahan semua fraksi di DPRD Riau bisa satu suara,” harapnya.

Di Siak sendiri, Zulfi melihat banyak masyarakat yang tetap nekat mudik meskipun aparat melakukan penjagaan di sekitaran jembatan. Masyarakat memilih jalur air untuk bisa masuk ke Kabupaten Siak.

“Pemerintah jangan terlalu lebay membatasi ini itu kalau masih ada celah melanggarnya. Sekarang ini kan banyak kebijakan yang masih bisa dicari celahnya. Contohnya larangan mudik di Siak. Tidak hanya Siak, kabupaten kota lain kondisinya rata-rata juga seperti itu,” tuturnya.

Disinggung mengenai Gubernur Riau yang sempat plin plan mengenai kebijakan larangan mudik lokal, menurut Zulfi juga menjadi penyebab masyarakat nekat mudik. Sebab, masalah larangan mudik bukan masalah yang sederhana.

“Mudik ini kan sudah tradisi, bahkan sudah ratusan tahun tradisi ini dijalankan, jadi tak bisa dihindarkan kalau masih banyak masyarakat yang tidak mau dibatasi. Mereka mencari jalan bagaimana untuk tetap bisa mudik. Mereka tak peduli lagi dengan keselamatan,” tuturnya.

banner 970x250