JAKARTA – Ketua Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) parlemen Indonesia dan Palestina, Syahrul Aidi Maazat mengatakan, sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbanyak, Indonesia harus mengambil peran besar untuk berkontribusi dalam konflik Israel Palestina.
Konflik berdarah antara Israel dan Palestina di Tepi Barat Palestina sepekan terakhir memantik sikap banyak negara. Namun sikap dunia internasional tersebut belum sepenuhnya menawarkan solusi jangka pendek dan panjang untuk Palestina.
“Saat ini Palestina sangat berharap peran Indonesia di dunia internasional, terutama soal politik. Jika resolusi PBB tidak dapat dikawal karena tekanan Amerika Serikat yang kuat, Indonesia dapat berperan di luar itu. Seperti di negara G-20, OKI, ASEAN atau hubungan bilateral dengan negara muslim atau negara yang prihatin,” kata Anggota DPR RI dari Riau ini, Rabu (19/5/2021).
Israel, sambung Syahrul, harus ditekan dari semua sisi. Indonesia jangan hanya berharap di PBB saja. Selain dari tekanan politik, Indonesia harus dapat mendorong bantuan kemanusiaan dari dunia internasional untuk mitigasi pasca konflik.
West bank, katanya, ibaratnya saat ini penjara besar yang dikepung Israel dari segala sisi.
“Palestina sangat kesulitan saat ini. Indonesia dapat berperan dengan cara menggalang bantuan kemanusian dari negara muslim atau negara pendonor. Bantuan ini digunakan untuk perbaikan pasca konflik atau saat konflik,” tambah Politisi PKS ini.
Sementara tindakan nyata dari Indonesia, menurut Mantan Anggota DPRD Kampar ini, pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk Palestina.










