SELATPANJANG – Penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti sempat menumpuk, bahkan ada penumpang yang komplain dilarang naik kapal padahal punya tiket.
Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti mulai terlihat padat, Selasa (18/5/2021). Hal ini seiring telah dibukanya akses keluar masuk di kabupaten termuda di provinsi Riau tersebut.
Dilansir dari Tribunpekanbaru.com, pelabuhan terjadi penumpukan karena agen menjual tiket melebihi dari kapasitas maksimal setiap armada yang telah disepakati oleh satuan tugas.
Terlihat terdapat penumpang yang telah mengantongi tiket dilarang berangkat, karena armada dinyatakan penuh dengan pembatasan dan para penumpang terkait komplain ke agen.
Sebagian dari mereka ada yang memilih mengembalikan tiket dan berangkat dengan kapal selanjutnya. Sisanya pulang memutuskan berangkat pada hari berikutnya.
Seorang calon penumpang yang sempat komplain tersebut adalah Saputra. Ia mengaku mengantongi tiket Kapal Kurnia Jaya tujuan Tanjung Buton. Namun setelah menunggu lebih kurang satu jam, ia tidak diizinkan naik ke kapal, karena muatan kapal sudah penuh.
“Kalau memang tak bisa naik kapal, kenapa tiket masih dijual. Tentunya yang dirugikan kami sebagai penumpang. Ya mau tak mu kita kembalikan tiketnya dan beli tiket kapal Fernando atau kapal selanjutnya. Tidak hanya saya ada beberapa penumpang juga yang memilih berangkat besok,” imbuhnya kecewa.
Kepala KSOP Selatpanjang, Capt. M. Ridha juga tampak memantau langsung di pelabuhan bersama petugas lainnya.
Ia mengatakan bahwa kondisi arus keluar maupun masuk masih normal. Walaupun demikian dirinya mengatakan hal utama yang paling ditekankan adalah penerapan protokol kesehatan atau prokes.
“Sesuai dengan kesepakatan kita di Pemda, kepolisian, gugus Covid-19 Kepulauan Meranti (kapasitas penumpang) 70 persen,” ujar Ridha.
Ridha juga tidak memungkiri bahwa pembatasan penumpang juga membuat beberapa penumpang harus terkendala berangkat. Namun dirinya mengatakan hal itu merupakan komitmen agar pencegahan Covid 19 menjadi prioritas.
“Kita sudah komitmen di sisi lain tentang protokol kesehatan Covid-19, yang kedua terkait dengan kapasitas yang sudah kita sepakati bahwa jumlah di 70 persen,” jelas Ridha.
Ridha juga menegaskan agar hal tersebut juga dapat diterapkan seluruh agen penjual tiket kapal.
“Karena tujuan kita membatasi adalah supaya betul-betul Covid-19 di Kepulauan Meranti hilang. Kepada saudara-saudara saya penjual tiket, agen-agen kita harus bersabar. Namun tetap kita harus mengedepankan keselamatan jiwa,” ucapnya.
Sebagimana diketahui, penghentian akses keluar masuk Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau kembali dibuka pada 18 Mei 2021. Hal ini sesuai dengan habisnya masa larangan mudik yang diberlakukan 6 Mei sampai 17 Mei 2021.










