PEKANBARU – Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto menegaskan dirinya akan berjuang sekuat tenaga dalam upaya perbaikan wisma Riau yang ada di Padang, Sumatera Barat. Wisma tersebut merupakan sekretariat milik Ikatan Pemuda Pelajar Riau.
Diceritakan Hardianto, dia sendiri pernah tinggal di wisma tersebut selama kurang lebih 1 tahun saat masih berkuliah D3 di ranah minang. Menurutnya, suasana dahulu dan sekarang sudah cukup jauh berbeda.
“Dulu waktu saya pendidikan D3, wisma itu selalu ramai, dan setiap kegiatan IPPR pasti disana, termasuk rapat komisariat-komisariat IPPR yang ada di kabupaten kota se-Sumatera Barat,” kata Hardianto, Kamis (27/5/2021).
Dia mengaku tak menyangka masih ada anak-anak Riau yang istiqomah menempati rumah tersebut meski kondisi rumah menurutnya sudah tidak representatif lagi sebagai wisma IPPR. Hardianto menyebut mereka sedang menjaga eksistensi wisma tersebut.
Diceritakannya, wisma yang berada di Jalan Gajah Tiga, Air Tawar itu sudah tidak lagi mendapat sentuhan APBD Riau karena berbenturan dengan hukum, pasalnya wisma ini tidak tercatat sebagai aset Pemprov melainkan aset atas nama pribadi.
Terakhir kali wisma itu mendapatkan dana APBD adalah saat era Gubernur Rusli Zainal, dan memang saat itu kegiatan IPPR maupun ikatan pelajar Riau di daerah lain begitu menggeliat, karena mendapat support anggaran dari pemerintah.
“Kita dari alumni berkeinginan bagaimana APBD Riau menyentuh itu, apalagi yang tinggal disana adalah anak-anak Riau. Tapi ada sandungan, sandungannya bukan karena APBD kurang tapi karena status aset, ini yang sedang kita upayakan bagaimana bisa menjadi aset Pemprov Riau,” tambahnya.
Adapun alasan IPPR tidak bisa menjadi pemilik sah wisma tersebut dikarenakan IPPR tidak memiliki akta notaris sehingga kepemilikan dialihkan ke personal alumni saja. Dan ini merupakan kesepakatan para alumni terdahulu.
“Itu simbol ke-Riau-an yang ada di Sumbar. Yang tinggal di sana tentu tak terpisah hubungannya dengan Riau. Saya sudah memberi tahu ke Dinas PUPR, dan memang kepemilikan menjadi kendala. Meski saya saat ini Wakil Ketua DPRD Riau, tentu saya tetap harus patuh pada regulasi, supaya niat baik ini tidak jadi mudarat nantinya,” terangnya.
“Memang bisa kalau pakai dana sumbangan, tapi menurut saya itu tidak akan semaksimal kalau kita bisa mengalihkan anggaran APBD untuk itu,” tutupnya.










