Polsek Tampan Bubarkan Warga yang Bergerombol Tonton Kebakaran di Jalan Cipta Karya Pekanbaru

banner 468x60

PEKANBARU – Polisi membubarkan warga yang bergerombol datang untuk melihat Kebakaran di di Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamataj Tampan, Pekanbaru, Sabtu (29/5/2021).

Pantauan GoRiau di lapangan, terlihat mobil Teking, dan tracking dari Polsek Tampan datang dengan menggunakan pengeras suara, langsung meminta masyarakat untuk membubarkan diri.

banner 400x400

Setibanya di lokasi kebakaran, petugas kepolisian langsung membubarkan warga yang berkumpul di sekitar lokasi kejadian agar tidak terjadi kerumunan.

“Iya kita bubarkan warga yang melihat kebakaran disana, karena berpotensi menimbulkan kerumunan dan menjadi wadah penyebaran Covid-19,” kata Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita, kepada GoRiau.com.

Sebelumnya masyarakat sekitar datang dan menonton kebakaran tersebut sambil merekam menggunakan hanphone.

Bahkan ada beberapa warga yang ikut tersiram semprotan air Damkar karena terlalu dekat melihat kebakaran rumah kos-kosan dan warung itu.

“Saya tahu kebakaran ini dari Group tongkrongan tadi. Waktu kesini rupanya betul ada 3 kali suara letupan tadi saya dengar,” kata seorang pria yang ikut menonton kebakaran tersebut.

Saat ini terpantau api sudah padam, dan petugas pemadam kebakaran sedang melakukan pendinginan.

Dari informasi warga sekitar, para penghuni rumah kos-kosan dan pemilik warung sempat menyelamatkan diri.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran besar terjadi di Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamataj Tampan, Pekanbaru, tepatnya didepan SMK Muhammadiyah, Sabtu (29/5/2021).

Pantauan GoRiau dilokasi, tampak petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemadaman api yang terus membesar. Bahkan terdengar suara ledakan dari dalam salah satu warung harian yang ikut terbakar.

Selain petugas pemadam kebakaran, tampak aparat kepolisian dari Polsek Tampan mengamankan lokasi, dari masyarakat yang berbondong-bondong datang untuk melihat kebakaran.

“Awas-awas ini kebakaran bukan tontonan jangan berkerumun disini,” ujar seorang petugas kepolisian.

Terpisah seorang pemuda setempat bernama Aldi menyebutkan, kalau kebakaran itu sudah terjadi sekak pukul 20.30 WIB.

“Tadi terbakarnya, tepat selesai adzan shalat isya tadi. Ini rumah kos-kosan dan warung harian itu yang didepan. Mungkin yang meledak tadi itu gas LPG yang dijual di warung itu,” Aldi kepada GoRiau.com.

Hingga berita ini diterbitkan, api belum berhasil dipadamkan dan petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api.

banner 970x250