DKKP Bercita-cita Jadikan Sungai Sail yang Jernih Nan Bersih Seperti Kenangan 30 Tahun Silam

banner 468x60

PEKANBARU – Air Sungai Sail yang membentang sepanjang 29 kilometer, dari hulu hingga muaranya kini terlihat keruh dan kumuh. Tak hanya itu, kala hujan turun, sungai yang mengalami pendangkalan dan menampung sampah tersebut kerap menimbulkan banjir.

Ketua Dewan Kesenian Kota Pekanbaru (DKKP), Fedli Azis mengatakan, keadaan sungai yang berada di Kecamatan Bukit raya tersebut sangatlah berbeda dari kenangannya 30 tahun silam. Dimana sungai ini memiliki air yang jernih dengan pinggiran yang masih hijau dan segar, menampilkan pemandangan yang asri.

banner 400x400

“Kami lahir dan besar di Kota Pekanbaru, menjadi saksi bagaimana kota ini bertumbuh setiap waktunya. Kami prihatin, pembangunan yang tiada henti menjadi petaka bagi sumber-sumber penghidupan, terutama sungai, seperti di Sungai Sail,” ujarnya saat menggelar Showcase Sungai Sail, dalam rangka HUT ke-237 Pekanbaru, Sabtu (26/6/2021).

Sutradara teater Riau ini menambahkan, dahulu penduduk kota tidak terlalu ramai. Penduduk juga cukup peduli pada sungai yang disadari mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan mereka.

“Sayang, semua itu hanya tinggal kenangan belaka. Namun tidaklah semua orang abai pada keberadaan sungai ini. Pemerintah kota, akademisi, seniman, budayawan, lembaga swadaya masyarakat dan beberapa pihak lain, sudah bekerja tanpa pamrih untuk memulihkan sungai ini kembali. Meski hasilnya, belumlah maksimal karena komplitnya persoalan yang membelit sungai ini. Kami percaya, suatu saat Sungai Sail akan pulih kembali, meski takkan sama seperti pada semula,” jelasnya.

Maka dari itu, ia mengatakan bahwa DKKP memiliki program khusus untuk mewujudkan pemulihan Sungai Sail. Program itu diberi nama Sungai Sail Fest yang akan dilaksanakan pada Oktober-November mendatang. Helat Showcase of Sungai Sail, Sabtu (26/06/2021) ini merupakan pemanasan menuju festival sesungguhnya.

Showcase of Sungai Sail sendiri digelar berkat kerjasama Pemko Pekanbaru dan DKKP, bersempena HUT ke-237 tahun Kota Pekanbaru.

Pada helat itu, selain membentang karya para seniman seperti musik, teater, sastra, tari dan senirupa, juga dicipta ruang untuk diskusi kreatif bersama para pakar dan pemilik kebijakan.

Diskusi itu diharapkan dapat menarik satu kesimpulan penting bagi nasib sungai ini di masa mendatang. Tidak hanya itu, DKKP mengajak semua pihak mendeklarasikan pada semua kalangan untuk peduli pada Sungai Sail.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus. Mengapresiasi DKKP, Firdaus menyebutkan bahwa tindakan DKKP sudah menjadi langkah awal untuk melestarikan sungai.

Pasalnya, dengan adanya pergelaran seni di pinggiran sungai, secara langsung maupun tidak, warga akan tertarik untuk hadir dan akhirnya memiliki kesadaran akan pentingnya keberadaan Sungai Sail.

“Kita memahami apa yang telah disampaikan oleh Ketua DKPP, Fedli Azis tadi. Karena sungai ini memang harus kita lestarikan. Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh DKPP dengan menggelar showcase ini juga sudah menjadi langkah awal bagi kita untuk mulai melestarikan sungai,” pungkasnya.

banner 970x250