PEKANBARU – Sosok keibuan Rezyta Meylani, bupati perempuan termuda di Indonesia, terlihat jelas usai pelantikan dirinya sebagai Bupati Indragiri Hulu (Inhu) dilaksanakan di Balai Pelangi, Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (5/7/2021) pagi tadi.
Setelah pelantikan dirinya, Rezyta tampak tergopoh-gopoh mengandeng anaknya menuju lokasi pelantikan Tim Penggerak PKK di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau.
“Nanti ya, sudah ditunggu (pelantikan TP PKK, red),” kata Rezyta kepada awak media yang akan mewawancarainya.
Barulah setelah selesai mengikuti pelantikan TP PKK, Rezyta pun menepati janjinya untuk wawancara dengan media. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan singkat tentang rencana kerjanya kedepan.
“Alhamdulillah, acara pelantikan hari ini berjalan lancar. Terima kasih, pak gubernur. Semoga kami dapat bersenergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan masyarakat Inhu,” ungkapnya.
Mengingat dirinya mulai menjabat di masa Pandemi Covid-19, Rezyta mengatakan akan fokus di pencegahan dan penanganan Covid-19, serta pemulihan ekonomi masyarakat.
“Program jangka pendek di masa pandemi, kami akan menangani dan mencegah dampak Covid-19. Insya Allah, kami juga akan bersinergi dengan TP PKK untuk pemulihan UMKM dan program padat karya lainnya,” jelasnya.
Untuk diketahui, Bupati Inhu terpilih, Rezyta Meylani dan Wabup Inhu Junaedi Rachmat dilantik berdasarkan SK Mendagri 131.14-14281 tahun 2021. Sementara itu, Rezyta Meylani saat ini berusia 27 tahun. Ia merupakan putri kelahiran Japura Indragiri Hulu, 7 Mei 1994. Ia juga merupakan istri dari Bupati Inhu Yopi Arianto yang sebelumnya juga merupakan bupati termuda dan menjabat dua periode. Saat periode pelantikan pertamanya, Yopi Arianto memecahkan rekor MURI sebagai Bupati termuda karena dilantik saat berusia 30 tahun.










