PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pekanbaru, Taufik Arrakhman, menyambut baik peralihan Blok Rokan dari Chevron kepada Pertamina yang akan dilangsungkan pada 9 Agustus 2021 mendatang.
Anggota DPRD Riau periode 2014-2019 ini mengucapkan terima kasih kepada pihak Chevron yang sudah mengelola Blok Rokan secara profesional selama 75 tahun sejak Indonesia merdeka.
“Kita apresiasi pihak Chevron yang di pernah mendapatkan hasil terbaik dari sektor Migas, bahkan Migas pernah menjadi pendapatan terbesar negara, dan Riau menjadi daerah penghasilnya,” ujar Taufik, Jumat (6/8/2021).
Secara pengelolaan perusahaan, budaya, dan karakter usaha, menurut Taufik, mesti dijadikan sumber pembelajaran bagi semua pihak, tak terkecuali Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku operator Blok Rokan kedepannya.
“Sebagai anak bangsa kita juga bangga bahwa ini akan dikelola oleh BUMN. Pegawainya juga dari Chevron, tentu budaya dan sistem kerja sudah berbaur, jadi tinggal berjalan saja,” tuturnya.
Yang paling penting, tegasnya, produksi harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Karena harus diakui, saat ini Riau sangat butuh sumber pendapatan besar untuk pembangunan dan juga mengatasi pandemi Covid-19.
Kemudian dia juga menyinggung soal masyarakat sekitar sumber minyak Blok Rokan, dimana PHR harus bisa memberi perhatian kepada mereka. Sebab selama ini, situasi di Riau cukup kondusif dan itu harus terus dipertahankan oleh Pertamina.
“Jika masyarakat setempat bisa dibina, maka perusahaan bisa mendapat hasil besar. Kita tidak pernah berkonflik seperti daerah-daerah lain, karena Riau adalah daerah yang sangat terbuka. Makanya, PHR harus menempatkan orang-orang yang bisa merangkul,” tuturnya.
Terkait persoalan limbah, Taufik meyakini antara Chevron, Pertamina dan SKK Migas sudah membuat kesepakatan, dan sesuai aturan regulasi, tentu ini sudah dilimpahkan kepada Pertamina.
“Ini pasti sudah pernah dibahas, dan Chevron kan sudah dana yang dititipkan, artinya itu kan soal teknis,” tutupnya.










