PEKANBARU – Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi, menegaskan pihaknya sama sekali tidak pernah tahu terkait anak perusahaan Riau Petroleum, yakni Riau Petroleum Siak yang kemungkinan akan dimajukan dalam pengelolaan 10 persen Participating Interesting (PI) di Blok Rokan.
“Kita tidak tahu, kita tak pernah diberi tahu baik secara pribadi ataupun secara kedinasan,” kata Politisi PPP ini, Jumat (6/8/2021).
Riau Petroleum yang merupakan BUMD Riau, setahu Husaimi sudah tidak punya modal lagi karena tidak punya bisnis sejak dibentuk pada 2002 silam. Makanya, dia mempertanyakan asal usul modal pembentukan anak perusahaan ini.
“Entah berapa modal mereka, entah uang dari mana, tidak tahu kita. Karena kalau dia ngurus akta notaris, kan disana ada lembaran saham, berapa modal awal dan lainnya,” tuturnya.
Sebagai mitra pemerintah dalam mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut Husami, selayaknya pemerintah menggandeng Komisi III. Namun, dia tidak tahu kenapa pemerintah terkesan menyembunyikan ini dari DPRD.
“Apakah biro ekonomi tidak ngerti dengan ini, sehingga main bantai-bantai saja seperti ini, kami malah tahunya ada Riau Petroleum Siak ini dari berita di media, termasuk siapa komisaris dan direksinya,” katanya.
“Kita hanya mengingatkan, jangan nanti ketika ini tidak berjalan lancar, didemo, dan DPRD yang disalahkan. Sementara kami di DPRD tidak pernah tahu tentang anak perusahaan ini,” katanya lagi.
Jika berkaca dari pengalaman selama ini, terangnya, pembentukan anak perusahaan BUMD malah merugikan BUMD itu sendiri. Dia mencontohkan PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) yang punya anak perusahaan, namun hanya menjadi beban.
“Satupun tak ada untung, atau mungkin sudah ada pula cucunya. Begitu juga PT PER, ketika yang satu rugi, keuntungan anak perusahaan lain yang terkuras, akhirnya tidak ada untung. Tapi ya, mungkin mereka (Pemprov) merasa betul, merasa pengelola, punya kewenangan, ya kita lihat saja,” ujarnya.
Pun begitu, Husaimi tetap mendoakan supaya Pemprov bisa memaksimalkan peluang PI ini, karena masyarakat Riau sangat berharap banyak dalam transisi dari Chevron ke Pertamina ini.
“Kita doakan yang bagus sehingga PI 10 persen ini bisa sukses. Informasinya kan saham Riau ada 70 persen disana, info itu juga saya dapat dari orang lain, bukan dari Pemprov. Mudah-mudahan sukses. Dan PI bisa membawa kemakmuran untuk Riau, bukan segerombolan orang saja,” tutupnya.










