Kasus Karhutla 2021 di Kampar Meningkat Dibanding 2020, Ini Dua Kecamatan Jadi Penyumbang Terbesar

banner 468x60

KAMPAR – Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 2021 di Kabupaten Kampar, Riau mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) yang diterima tribunpekanbaru.com, Minggu (1/8/2021), jumlah kasus 2021 di periode Januari-Juli hanya terpaut satu kasus di bawah 2020.

banner 400x400

Total kasus selama 2020 hanya 45 kasus. Jumlah  di periode yang sama tahun 2020 sebanyak 21 kasus dengan luas lahan terbakar hampir 23 hektare.

Jauh meningkat di tahun 2021. Di periode yang sama, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 54,53 hektare.

Pada Januari-Juli 2020, Kecamatan Salo adalah penyumbang terbanyak dengan enam kasus. Bangkinang Kota sebagai Ibukota Kampar menyumbang empat kasus. Tetapi lahan terbakar yang terluas di Desa Sungai Jalan Kecamatan Kampar Utara yakni 7 hektare.

Pada periode yang sama di 2021, Kecamatan Salo dan Tapung menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah masing-masing delapan kasus. Bangkinang Kota masih menyumbang cukup banyak, yakni enam kasus.

Lahan terbakar paling luas tersebar di dua desa. Yakni, Desa Karya Indah Kecamatan Tapung dan Desa Penyasawan Kecamatan Kampar masing-masing seluas 7 hektare.

“Kita selalu mencatat setiap kasus yang terjadi di wilayah administrasi Kabupaten Kampar,” ungkap Kepala Pusdalops-PB Kampar, Adi Chandra Lukita yang juga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Minggu (1/8/2021).

Kasus terakhir di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung. Lahan seluas 0,5 hektare di sekitar perbatasan Kampar dengan Pekanbaru terbakar pada Sabtu (31/7/2021) malam.

Chandra mengatakan, api diperkirakan muncul pada Jumat (30/7/2021) sekira pukul 19.45 WIB. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) menerima informasi pukul 20.00 WIB.

Upaya pemadaman terkendala lokasi yang berbukit yang terjal. Beruntung Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) mendapat bantuan dari Manggala Agni dan Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru.

“Pemadaman dengan mesin, kita dapat suplai dari  Pekanbaru,” kata Chandra. Api berhasil dipadamkan sebelum matahari terbit pada Minggu (1/7/2021) dini hari.

banner 970x250