PEKANBARU – Tokoh Masyarakat Riau, Said Usman Abdullah mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan Gubernur Riau dengan kasus yang terjadi di BUMD Riau, yakni Bank Riau Kepri (BRK).
Menurutnya, kasus yang terjadi di BRK merupakan murni kesalahan oknum, bukan bank secara keseluruhan apalagi ada kaitannya dengan Gubernur Riau. Dia menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen ini.
“Negeri ini tak bisa diurus satu orang kepala daerah saja, tak mungkin gubernur hanya mengawasi orang satu persatu, banyak pejabat di lingkungan Pemprov ini, jadi jangan dikit-dikit salah gubernur,” kata Mantan Anggota DPRD Pekanbaru tiga periode ini, Selasa (10/8/2021).
Dalam memberikan kritikan kepada gubernur, ujar pria yang biasa disapa SUA ini, harus didasari dengan argumentasi yang kuat, jangan karena sentimen saja kemudian mengambil panggung.
“Kritik itu harus kritik cerdas, harus ada solusi yang diberikan, jangan mencari-cari salah. Siapapun orang, apapun strata sosialnya, kita tidak pernah tahu pribadinya. Jangankan pejabat BUMD, DPRD saja ada yang tertangkap narkoba. Padahal, sewaktu mereka daftar Caleg kan sudah punya bukti bebas narkoba. Tapi, dia berhasil kan jadi dewan?Apakah ini salah partai atau KPU?” terangnya.
Sebagai orang yang pernah duduk di DPRD, SUA mengaku paham fungsi dan tugas DPRD. Dan jika memang ada hal yang perlu dikritisi, harus disertai dengan solusi. Mungkin DPRD bisa minta dilibatkan dalam seleksi pejabat BUMD.
“Kalau dilibatkan, ya hasil harus maksimal dong, jangan sama saja. Kalau yang dipermasalahkan dugaan titip menitip, DPRD juga tidak boleh titip menitip, kita harus fair dong,” tutupnya.










