PEKANBARU – Anggota Komisi VII DPR RI, Abdul Wahid meminta pemerintah baik pusat maupun daerah untuk bisa memastikan pemberian porsi tenaga kerja di Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan.
Dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Riau ini, Gubernur Syamsuar dalam pidatonya beberapa hari lalu sudah memikirkan hal ini. Dimana, WK Blok Rokan diharapkan bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kita di Riau ini jurusan perminyakan di UIR. Anak Riau ahli perminyakan yang kuliah luar juga banyak. Dan Blok Rokan ini tidak hanya perminyakan, ada bidang ekonomi, akuntansi, enginering dan lainnya. Kalau Pertamina mau meningkatkan produksi, Pertamina harus melibatkan anak-anak Riau,” ujar Wahid, Rabu (11/8/2021).
Terkait seleksi Pertamina yang dilakukan melalui website, Wahid meyakini gubernur tentu sudah menjalin koordinasi dengan Pertamina, supaya bagaimana anak-anak Riau bisa terjaring maksimal.
Disinggung mengenai perusahaan lokal yang selama ini menjadi mitra Chevron, Wahid mengaku khawatir dengan anak dan cucu atau mungkin cicit perusahaan yang kemungkinan akan menggilas perusahaan lokal.
“Kalau pusat yang mengelola semua, tidak balance dengan visi misi kita (dalam peralihan dari Chevron ke Pertamina). Ekonomi masyarakat tidak akan berefek. Saya ingatkan, Pertamina jangan mengsubcon kerja penunjang ke anak perusahaannya, kita sama-sama mengawasi lah, silahkan beri kritikan dan saran. Kecurigaan penting dalam rangka pengawasan, tapi jangan menjustifikasi,” terangnya.
Sebagai informasi, saat ini Blok Rokan sudah dikelola oleh Pertamina sejak tanggal 9 Agustus 2021 lalu, sebelumnya Blok Rokan sudah dikelola oleh perusahaan asing selama hampir satu abad.










