Tanggapi Isu Berobat Tetap Bayar, Bupati Adil Langsung Datangi RSUD Kepulauan Meranti

banner 468x60

SELATPANJANG – Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil SH merespon cepat isu yang beredar di media sosial terkait warga berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti tetap bayar meskipun sudah membawa kartu tanda penduduk (KTP).

Respon cepat Bupati Adil dengan langsung meninjau proses pelayanan kesehatan (Yankes) di RSUD tersebut untuk mencari tahu kebenaran isu tersebut, Kamis (5/8/2021).

banner 400x400

Turut mendampingi, Kadiskes, dr H Misri Hasanto Mkes, Plt Direktur RSUD, dr Suhadi, Kasubag TU, Rifki Dwi Putra, serta Plt Kabid Yankes, dr Moses.

Seperti diketahui, salah satu akun Facebook (FB) warga dengan inisial RA memposting status “Hari ini saya bawa istri berobat di RSUD Istri saya tak punya BPJS dan SKTM Persyaratan memang cukup bawa KTP saja Tapi tak gratis Tetap Bayar di kasir”

Postingan ini keluar tepat 3 hari setelah Bupati Adil meresmikan layanan berobat gratis untuk masyarakat Meranti cukup dengan membawa KTP. Akibatnya muncul opini negatif di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan kegaduhan karena sebelumnya masyarakat sudah mendapat kabar perihal layanan berobat gratis yang sangat membantu tersebut.

Agar isu ini tak semakin melebar Bupati Adil langsung mendatangi RSUD Meranti tepatnya di bagian pendaftaran dan kasir untuk mencari tahu, setibanya disitu Mantan Legislator DPRD Riau itu disambut oleh Kepala Ruang RSUD Meranti yang menjelaskan secara rinci kronologis kejadian yang memunculkan isu miring di medsos tersebut.

Dari keterangan Kepala Ruang Pendaftaran RSUD Meranti, beberapa jam lalu pihaknya mengaku kedatangan warga yang ingin mendaftarkan pasien untuk berobat, kemudian petugas meminta KTP atau identitas pasien untuk didaftarkan mendapatkan pelayanan berobat gratis. Namun tidak dapat dipenuhi dengan alasan tidak membawa KTP, otomatis pendaftaran berobat gratis kepada pasien bersangkutan tidak dapat dilakukan.

“Saat kami tanya ia menjawab kami tidak membawa identitas sama sekali,” ucap Kepala Ruang Pendaftaran RSUD menirukan bahasa kerabat pasien.

Selanjutnya warga yang mengaku kerabat pasien itu ngotot kepada petugas ingin keluarganya tetap dirawat, dengan mengatakan jika tidak bisa tanpa KTP memilih sebagai pasien umum saja.

“Ya sudah kami pakai layanan pasien umum saja,” ujar Kepala Ruang Pendaftaran RSUD Meranti, kembali menirukan bahasa kerabat pasien lagi.

Mendengar hal itu petugas pendaftaran tidak bisa berbuat apa-apa karena merupakan permintaan pasien sendiri. Singkat cerita sesuai prosedur yang berlaku di RSUD Meranti selama ini untuk pasien umum atau yang tidak mengantongi KTP Meranti, tetap harus membayar biaya perawatan.

Menyikapi kejadian itu, Bupati Adil meminta kepada masyarakat untuk lebih bijak menyikapi isu yang beredar di media sosial, apalagi untuk isu yang belum jelas duduk perkaranya.

Kembali ditegaskan Bupati Adil, layanan berobat gratis untuk masyarakat Meranti cukup menggunakan KTP sudah diresmikan dan akan terus berjalan selama kepemimpinannya sebagai Bupati Meranti. Hal itu sesuai dengan komitmen dirinya yang disampaikan kepada seluruh masyarakat Meranti, saat pertama kali mencalon sebagai bupati yakni meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Meranti dengan menjadikan RSUD Meranti sebagai rumah sakit rujukan, dan masyarakat berobat dengan konsep “Ketuk Pintu Melayani Dengan Hati”.

Bupati Adil juga mengingatkan kepada warga jangan sembarangan membuat statement atau isu yang hanya akan memancing kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya sebagai bupati mengingatkan kepada masyarakat jangan sampai membuat isu yang tidak benar yang dapat memancing kegaduhan, hal itu bertentangan dengan UU dan bisa dituntut secara hukum,” tegasnya.

banner 970x250