Warga Protes Jalan Rusak, Gubri Janjikan Perbaikan Jalan Rusak di Keritang dan Reteh

banner 468x60

TEMBILAHAN –Akibat jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga di Kecamatan Keritang dan Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, protes.

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menjanjikan adanya perbaikan jalan tersebut pada tahun ini.

banner 400x400

Kondisi ruas jalan di Inhil itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Seperti yang ada di Kecamatan Keritang menuju ke Kecamatan Reteh.

Kondisi jalan di wilayah ini tidak layak untuk dilewati badan jalan yang semula diaspal kini tak terlihat lagi.

Semua sudah hancur dan penuh dengan lubang-lubang besar yang siap untuk mengancam nyawa pengendara.

Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Keritang dan Reteh sudah bertahun-tahun bermimpi bisa melewati jalan yang mulus.

Sebab jalan yang ada di wilayah tersebut memang tidak tersentuh oleh pemerintah untuk perbaikan dan pembangunan baru.

“Kami tak merasakan ada pemerintah di tempat ini, jalan rusak bertahun-tahun tapi tak pernah di perbaiki,” kata Hadianto warga Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kamis (15/7/2021).

Selain di Kecamatan Keritang dan Reteh beberapa ruas jalan di kecamatan lainya di Inhil juga banyak yang rusak.

Di antaranya jalan lintas Tempuling-Teluk Kiambang di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling. Kemudian jalan lintas Rengat-Tembilahan tepatnyan di Kuala Cenaku. Selanjutnya jalan provinsi di Kota Rengat.

“Kami sudah melihat ruas jalan provinsi yang rusak. Jalan rusak ini akan segera kita perbaiki,” kata Gubri, Kamis (15/7/2021) usai meninjau langsung kondisi jalan rusak di Inhil.

Dia mengatakan, dari beberapa ruas yang ditinjau, jalan lintas Rengat-Tembilahan di Kuala Cenaku yang sedikit parah. Dimana jalan amblas karena abrasi air Sungai Indragiri.

“Jalan yang rusak ini Insya Allah tahun ini kita perbaiki, anggarannya sudah kita siapkan. Makanya tadi langsung kita bawa PPTK dan UPT yang menangani ruas jalan wilayah Inhu-Inhil agar pekerjaannya bisa selesai tahun ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Gubri menyatakan, kerusakan jalan provinsi di dua kabupaten itu diakibatkan truk kelebihan muatan atau ODOL.

“Untuk mengatasi truk-truk yang kelebihan tonase ini kita sudah lakukan koordinasi dengan balai Kementerian Perhubungan, agar kiranya kendaraan ODOL itu dipotong,” ujarnya.

Disamping itu, Gubri juga berharap partisipasi masyarakat agar kiranya jika jalan sudah diperbaiki untuk menjaganya.

“Seperti tadi kita lihat jalan Desa Mumpa, masyarakat membuat semacam portal. Kami senang melihat masyarakat yang ikut memelihara jalan di wilayah kampungnya agar tidak rusak akibat truk kelebihan muatan,” katanya.

banner 970x250