DUMAI–Jika masih ada warga yang positif Covid-19 tapi enggan isolasi mandiri di lokasi isoter yang telah disediakan oleh pemerintah sementara rumahnya tidak standar, akan dilakukan tindakan tegas.
Walikota Dumai, Paisal mengatakan, yang bersangkutan akan dibawa paksa ke lokasi isoter yang telah disiapkan Pemko Dumai.
Saat ini Pemko Dumai memiliki dua tempat isolasi terpusat (isoter). Hal itu untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien terpapar Covid-19.
Dinas Kesehatan Dumai mendirikan fasilitas lokasi isolasi terpusat (isoter) agar memudahkan pengawasan terhadap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Dumai menjadikan satu hotel sebagai lokasi isoter bagi masyarakat terpapar Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri.
Kali ini, lokasi yang dipilih adalah SMPN 2 Dumai untuk dijadikan lokasi isoter kedua bagi masyarakat terpapar Covid-19.
Di sela-sela kesibukannya, Walikota Dumai Paisal didampingi Plt Kadis Kesehatan dr Syaiful juga telah meninjau lokasi isoter kedua di SMPN 2 Dumai, Jumat (13/8/2021).
Paisal ingin memastikan bahwa fasilitas dan kondisinya sudah sesuai standar.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Dumai Paisal mengungkapkan, bahwa saat ini Dumai sedang melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
Terlebih lagi kasus Covid-19 sudah banyak, tentu banyak peningkatan sehingga perlu adanya pengawasan terhadap pasien yang melakukan isoman.
“Jadi untuk memudahkan kita mengawasi pasien yang isoman, sebanyak 5 ruangan kelas di SMPN 2 disulap menjadi lokasi isoter dengan fasilitas yang memadai yang dipantau 24 jam,” urainya seperti dilansir dari Pekanbaru.tribunnews.com.
“Tapi terpisah dari ruangan majelis guru yang masih menjalankan aktivitas pembelajaran secara daring di sekolah,” imbuhnya.
Menurut Paisal, kondisi SMPN 2 Dumai, sangat memadai serta nyaman, dan di SMPN 2 ini pihaknya akan menyediakan sebanyak 250 tempat tidur serta fasilitas yang memadai dan nyaman.
“Di sini akan fleksibel dan masyarakat nggak bosan. Kalau memang nanti jumlah masyarakat terpapar Covid-19 meningkat akan kita lakukan penambahan,” sebutnya
Paisal menginginkan masyarakat yang menjalani isoman dapat dipantau progres kesehatannya. Di lokasi isoter ini, setiap lima hari sekali akan dilakukan tes PCR untuk memastikan apakah pasien yang isoman masih positif atau negatif.
“Fasilitas sudah lengkap dan nyaman mulai dari tempat tidur, pendingin ruangan hingga ketersediaan air bersih,” ulasnya.
“Kami tidak ingin sembarangan menempatkan orang yang akan melaksanakan isolasi mandiri sehingga mereka merasa nyaman dan cepat pulih,” lanjut Paisal.
Ia menyadari tidak semua rumah masyarakat bisa menjadi lokasi isoman, untuk itu seandainya satu rumah ada lima orang yang terpapar Covid-19.**










