PEKANBARU – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rencana Induk Kepariwisataan Riau 2021-2035, Marwan Yohanis, berharap supaya budaya pacu jalur di Kuantan Singingi bisa menjadi destinasi wisata yang bersifat profit oriented.
Dikatakan Politisi Gerindra ini, budaya pacu jalur merupakan perayaan bagi masyarakat di pinggiran Sungai Indragiri, dan sudah ada sejak zaman Ratu Belanda yang mana merupakan peringatan hari ulang tahunnya.
Dan pacu jalur ini, ujarnya, merupakan momen yang sangat dinanti-nantikan oleh semua masyarakat di Inhu dan Kuansing. Hanya saja, kegiatan ini hanya bersifat seremonial tanpa ada dampak ekonomi berarti.
“Belum ada profit oriented, bahkan untuk pedagang saja banyak dari luar, bukan pedagang setempat. Masyarakat hanya dapat yang kecil-kecil seperti lahan parkir,” katanya, Jumat (24/9/2021).
Harusnya, lanjut Marwan, pemerintah sudah mulai berpikir bagaimana destinasi wisata unggulan ini bisa memberi dampak ekonomi kepada masyarakat. Jangan hanya sekedar menghabiskan uang saja.
Marwan mengusulkan pemerintah merubah pola promosi pariwisata, selama ini upaya promosi dilakukan oleh dinas dengan memperkenalkan pariwisata Riau kepada orang luar.
“Harusnya diubah polanya, jangan lagi kita ramai-ramai ke luar negeri untuk memperkenalkan wisata Riau dalam bentuk pameran dan lainnya. Kenapa tidak kita undang saja pengusaha travel luar negeri untuk kesini membawa kliennya. Misalnya, satu hari di Siak, hari kedua di Kuansing, nanti hari terakhir belanja di pasar bawah. Bagaimana caranya? Itu pandai-pandai pengusaha travel lah menggaet klien,” tuturnya.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Lebih jauh, Marwan kembali mengingatkan pemerintah untuk mencontoh perkembangan pariwisata yang sudah baik. Karena bagi dia, jika tak bisa berbuat yang baik, cukup mencontoh sesuatu yang sudah baik.
“Apalagi sekarang zaman sudah canggih, kita kerjasama dengan biro travel pakai aplikasi, kan semakin gampang kita mempromosikannya,” tutupnya. Sebelumnya, DPRD Provinsi Riau resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Induk Kepariwisataan Provinsi Riau 2021-2035 dalam rapat paripurna, Senin (13/9/2021).
Ketua Pansus, Sugianto, mengatakan, pihaknya akan menggesa penyelesaian Perda ini, sebab saat ini pandemi Covid-19 sudah dalam kondisi melandai dan diharapkan pada tahun depan Indonesia sudah bisa bersahabat dengan Covid-19.
Jika Indonesia sudah bisa mengendalikan Covid-19, lanjut Politisi PKB ini, sektor pariwisata menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi. Makanya, DPRD Riau harus memiliki payung hukum dalam penataan destinasi wisata.
“Dengan tatakelola pariwisata yang baik, ekonomi akan menggeliat, ekonomi akan terbangun. Riau ini kan punya banyak tempat destinasi wisata, seperti Rupat, Ombak Bono, atau di Kampar ada air terjun dan Candi Muara Takus, di Siak ada istana Siak, semua itu akan kita petakan,” ujarnya.










